Bupati Bengkalis Jadi Tersangka Korupsi di KPK, Gubri Prihatin


riaupotenza.com
Amril Mukminin

PEKANBARU (RPZ) - Kabupaten Bengkalis kembali menjadi sorotan dalam hal kasus korupsi. Setelah melakukan penggeledahan beberapa kali, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin sebagai tersangka.

Penetapan tersangka sang bupati dilakukan KPK setelah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi selama 2 hari berturut-turut. Adapun lokasinya, yakni rumah dinas dan kantor Bupati Bengkalis, serta kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis. Pada hari kedua, KPK kembali melakukan penggeledahan di rumah seorang kontraktor di Kabupaten Bengkalis.

Amril Mukminin oleh penyidik KPK ditersangkakan dalam kasus dugaan suap atau gratifikasi. Yang mana, suap itu terkait salah satu paket dalam proyek multiyears, yakni proyek jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

“AMU (Amril Mukminin), Bupati Bengkalis tahun 2016-2021, diduga menerima suap atau gratifikasi dalam proyek Jalan Duri-Sei Pakning, yang dikerjakan dalam tahun jamak,” ucap Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, dalam pers rilisnya secara live di aplikasi media sosial Twitter, Kamis sore.

Dijelaskannya, dalam perkara ini, Amril Mukminin diduga menerima uang miliaran rupiah dari pemenang proyek tersebut, yakni PT Citra Gading Asritama (CGA). Yang mana, uang itu diterimanya sebanyak 2 kali.

“Untuk memuluskan proyek itu, AMU diduga menerima Rp2,5 miliar. Setelah menerima uang itu, kemudian ada pertemuan lagi antara PT Citra Gading Asritama (CGA) dengan AMU pada tahun 2017. Saat itu, AMU diduga menerima uang sebanyak Rp3,1 miliar dalam bentuk Dollar Singapura. Uang itu diduga untuk mempercepat pengerjaan proyek itu,” jelasnya.

Atas perbuatannya, oleh KPK, Amril dijerat dalam Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Gubri Prihatin

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, merasa prihatin karena dua kepala daerah di Riau, Bupati Bengkalis dan Wali Kota Dumai, menjadi tersangka KPK baru-baru ini. "Tentu ini bagi kami menjadi pelajaran agar bekerja sesuai aturan. Karena kalau kerja sesuai aturan, mudah-mudahan bisa terhindar dari suasana itu (kasus korupsi)," katanya.
Karena itu, Gubri Syamsuar berharap kepada kepala daerah lainnya untuk dapat berkerja sebaik-baiknya dengan mengikuti aturan yang berlaku.

"Mungkin itu saja harapan kami," ungkap mantan Bupati Siak dua periode ini, Jumat (17/5).(rpg)