Jika Demam dan Ruam Kulit, Segera ke Puskesmas

Waspadai Gejala Cacar Monyet


riaupotenza.com
ist/internet

PEKANBARU (RPZ) - Dinas Kesehatan (Diskea) Kota Pekanbaru mengajak masyarakat untuk mewaspadai penyebaran monkeypox atau cacar monyet. Ada sejumlah gejala monkeypox yang perlu diwaspadai.

Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala dan nyeri otot. Lalu ada pembengkakan kelenjar getah bening dan rasa lelah yang diikuti oleh ruam yang membentuk lepuh dan kerak.

Waktu dari paparan hingga timbulnya gejala adalah sekitar sepuluh hari. Durasi gejala biasanya dua sampai lima minggu.

“Masyarakat yang menderita demam dan timbul ruam di kulit disertai gejala lain, agar segera melapor. Lalu berobat ke fasilitas kesehatan, terutama ke Puskesmas,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Maisel Fidayesi, Kamis (16/5).

Menurutnya, saat ini belum ada laporan ditemukan kasus monkeypox di Pekanbaru, namun masyarakat punya langkah agar terhindar dari penyakit langka tersebut.

Maisel menyebut bahwa upaya pencegahan dengan membiasakan perilaku hidup bersih, sebab virus ini dapat menular dari hewan ke manusia.

Kemudian biasakan mencuci tangan dengan sabun. Masyarakat juga diimbau untuk konsumsi makanan bergizi.

“Namun masyarakat tidak perlu resah ataupun panik. Bagi yang tidak punya agenda penting ke luar negeri, sebaiknya tunda dulu,” imbaunya.

Imbauan Dinkes Siak 
 
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Siak juga segera mengantisipasi masuknya wabah monkeypox (cacar monyet) ke Kabupaten Siak. 

Kepala Dinas Kesehatan Toni Candra mengatakan, kasus monkeypox yang ditemukan di Singapura belum ditemukan di wilayah Riau, terutama Kabupaten Siak. Meski demikian, masyarakat harus waspada dan berhati-hati.  

“Sejauh ini belum ada informasi adanya kasus monkeypox di Riau, terutama di Siak, namun tetap waspada. Karena bisa jadi, penyakit itu bisa masuk ke Siak,  mengingat banyak juga akan masyarakat kita yang suka berpergian ke Singapura,” ungkapnya.  

Ia juga menghimbau, kepada masyarakat apabila memiliki tanda-tanda akan terkena penyakit monkeypox maka agar segera datang ke rumah sakit.  

“Adapun tanda-tandanya yaitu penderita akan mengalami demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot, dan kekurangan energi selama lima hari,” ungkapnya. 

Selain itu, akan muncul ruam dari wajah hingga menyebar ke seluruh tubuh penderita setelah terjadi demam selama satu hingga tiga hari. Periode tersebut dinamakan periode erupsi kulit.

“Dalam kurun waktu 10 hari, luka berevolsi menjadi lepuhan berisi cairan, bintil, dan akhirnya kerak, “ ungkapnya.

Untuk mengilangkan kerak bekas cacar ini setidaknya membutuhkan waktu tiga minggu. “Kalau merasa ada tanda- tanda ini, maka cepat ke Rumah sakit untuk diperiksakan,” ungkapnya. 

Toni juga menambahkan dalam waktu dekat, yaitu setelah keluarnya surat dari Menkes, maka dirinya segera melakukan sosialisasi kemasyarakatan.  

“Nanti kita kabari kapan kita akan melakukan sosialisasi, karena memang kita lagi menunggu surat edaran dari Kemenkes. (lex/fen)