Petani di Inhil Keluhkan Harga Kepala 


riaupotenza.com
Seorang petani menyaksikan hasil panennya.

TEMBILAHAN (RPZ) - Masyarakat petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau terus mengeluh, pasalnya sudah hampir dua tahun terakhir ini harga jual kelapa anjlok.

 Anjloknya harga kelapa membuat petani tidak lagi memanen hasil kebunnya, sebab biaya untuk membayar upah pekerja tidak sebanding dengan pendapatan hasil penjualan kelapa.

Akibatnya, petani memilih membiarkan kebun kelapanya begitu saja hingga kelapa berguguran dan tumbuh tunasnya. ‘’Para petani enggan memanen kelapanya karena harga jual yang masih murah,’’ujar Anto.

 Saat ini. harga kelapa murah sekali. Jika panen, hasilnya tidak cukup untuk membaya pekerja yang memanen. Makanya saat ini banyak di antara petani tidak ada melakukan panen.

 Kondisi yang cukup memprihatinkan terjadi di Desa Sungai Ambat. Masyarakat petani di desa ini  menjerit  karena harga kelapa mereka terus anjlok.

 Banyak di antara petani yang selama ini menggantungkan hidup (ekonomi keluarganya) dari hasil berkebun kelapa, namun saat ini sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka.

 "Saat ini harga kelapa di Desa Sungai Ambat Kecamatan Enok, sangatlah murah, satu kilogram kelapa Rp.700 - Rp.1000 , tak sebanding dengan biaya - biaya yang dikeluarkan," jelasnya.(PPG)