Loka POM Inhil Sidak ke Pasar

Awas, Ada Terasi  Mengandung  Rhodamin B


riaupotenza.com
Petugas mengambil sampel bahan makanan untuk diuji.

TEMBILAHAN (RPZ)--Loka POM Kabupaten Indragiri hilir  melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap berbagai jenis makanan yang dicurigai mengandung zat yang dilarang untuk dikonsumsi.

Seperti dilakukan Rabu (15/5), tim turun ke Pasar Rakyat atau yang dikenal dengan Pasar Terapung di Jalan Yos Sudarso Tembilahan.

Dari hasil sejumlah sampel bahan makanan yang diperiksa, ditemukan terasi yang positif menggunakan pewarna rhodamin B.
 
Kegiatan tersebut dimulai dengan pemilihan sampling hingga pengujian sampel, pengawasan yang turut didampingi oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil serta Satpol PP.

Sampel yang diambil berjumlah 16 bahan pangan, yaitu mi basah dan mi kering, ikan teri, ikan asin, cendol, cincau, delima, terasi kiloan dan terasi kering,ikan basah dan lain sebagainya

Kepala Loka POM Inhil Ayi Mahpud Sidik SSi Apt MH melalui staf penindakan Loka POM Inhil Molly Deswita SH menjelaskan terasi kiloan dan terasi kering tersebut merupakan dua diantara 16 sampel yang diperiksa Loka POM Inhil.

"Dari hasil pengujian di tempat melalui  tes terhadap 16 sampel tadi, ada dua sampel yang tidak memenuhi syarat yakni positif   mengandung rodamin B  yaitu pewarna tekstil,"ujarnya.

Dari informasi, terasi yang terindikasi mengandung rhodamin itu  berasal dari Tanjung Pasir Kuala Enok.

 Dengan temuan ini pihaknya akan segera menindaklanjuti  pengawasan,  salah satunya  dengan melakukan pembinaan terhadap masyarakat produsen terasi tersebut.

"Sifatnya kita mengimbau kepada masyarakat memproduksi terasi untuk tidak lagi menggunakan bahan pangan berbahaya,"ujarnya.

Sampel bahan baku pangan  takjil dan dan bahan makanan yang mereka ambil  di tempat  yang di duga mengandung bahan berbahaya untuk di uji seperti mengandung formalin, boraks, rhodamim B, dan metanil yelow.

"Selain itu kita melakukan komunikasi  informasi dan edukasi terhadap pangan pangan Takjil melalui penyebaran brosur,"ujarnya

Sementara  itu Kasi Stabilisasi Harga Bahan Kabutuhan Pokok dan Barang Penting Disperindag Inhil, Ifdiarman SSos mengatakan dengan temukan ini pihaknya akan tindak lanjuti dengan melakukan sebatas  pimbinaan.

"Kita akan tindak lanjut dengan melakukan pembinaan, Tetapi ini nantinya kita akan tarik, agar tidak menjual produk yang sama,"ujarnya.(ppg)