Hanya Karena Mau Lakukan Aksi Balapan Liar

Para ABG Di Mandau Nekat Hentikan Arus Lalulintas Jalinsum


riaupotenza.com
Para pelaku aksi balapan liar, hadang dan hentikan arus lalulintas di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kota Duri. =MAZWIN

DURI (RPZ) - Pelaku aksi balapan liar di Kota Duri, Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis makin menjadi-jadi dan merajalela saja. Parahnya lagi, aksi berbahaya itu justru mereka lakukan di malam-malam pada bulan suci Ramadan. 

Sudahlah membahayakan dan merugikan orang banyak sebagai pengguna jalan, aksi itu juga berpotensi besar mencelakai diri pelaku sendiri. Bayangkan saja, hanya untuk bisa melakukan aksi balapan liar di jalan raya. Mereka nekat menghentikan arus lalulintas yang tengah padat di Jalan Hang Tuah yang merupakan Jalur Lintas Sumetera (Jalinsum) yang membelah Kota Duri.

Padahal aksi buat gagah-gagahan karena kebetulan dilihat orang banyak itu, mereka kira membuat orang senang, padahal tidak. Masyarakat justru muak karena aksi ugal-ugalan di jalan raya itu sudah sangat meresahkan mereka sebagai pengguna jalan.

Aksi balap liar dengan menyetop arus lalulintas Jalan Lintas Sumatera itu, terjadi Senin (13/5/2019) malam sekira pukul 22.45 WIB di depan sebuah tempat warga minum Bandrek di Jalan Hang Tuah tak jauh dari lampu merah simpang Tambusai (Geroga) Duri. Tak hanya sekali, hal itu mereka lakukan berulang-ulang di lokasi yang sama.

Pantauan riaupotenza.com, tampak jelas dengan nekatnya sekelompok remaja tanggung pelaku aksi balapan liar itu, berhenti ditengah jalan untuk mengambil titik start untuk aksi balapan. Tak peduli arus lalulintas yang sedang ramai. Mereka malah berbagi tugas, ada yang bertugas mengahadang dan menyetop mobil truk yang sedang melintas di Jalinsum. 

Ada pula yang menjadi pemberi aba-aba yang berdiri didepan barisan sepedamotor yang akan berpacu. Bak cewek di garis start seperti di film-film balapan. Ada pula yang bertugas mengambil video aksi itu menggunakan smartphone. 

Herannya, semua kendaraan yang sedang melintas seperti truk dan mobil berukuran besar lainnya berhenti pula saat mereka hadang. Tak tahu pasti, apakah karena takut atau apa. Namun yang jelas, mereka ngikut saja walau kendaraan dibelakang sudah panjang mengantri.

"Tak sayang nyawa mereka ini kayaknya. Nekat menghadang mobil yang tengah melaju kencang di jalan lintas yang sedang ramai," kata Pak Zara'an, salah seorang warga yang kebetulan sedang duduk minum Bandrek disana. 

Ia sangat mengkhawatirkan ulah anak-anak yang diperkirakan masih kisaran usia pelajar itu. Apalagi mereka sebagai generasi muda justru terlibat dalam aksi yang membahayakan keselamatan diri mereka sendiri. 

"Kita harapkan persoalan ini menjadi perhatian serius aparat terkait, supaya aksi balapan liar ini dapat ditertibkan supaya tidak mengancam keselamatan orang lain maupun si pelaku sendiri," harapnya. 

Sebagaimana diketahui, persoalan balapan liar di Kota Duri ini memang selalu menjadi PR tersendiri bagi setiap Kapolsek yang pernah bertugas di Kecamatan Mandau ini. "Kita berharap di tangan Kapolsek yang baru nanti, masalah aksi balapan liar ini bisa ditangani dengan baik," harapnya. maz