Empat Terdakwa 31 Kg Sabu Dipindahkan


riaupotenza.com
Keempat terdakwa narkoba 31 kilogram saat diterima Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Rokan Hilir pada tahap II dari penyidik Polres Rohil.

BAGANSIAPIAPI (RPZ)- Sebanyak empat orang terdakwa dalam kasus narkotika jenis sabu-sabu seberat 31,493 kilogram (Kg), dipindahkan penahanannya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bangkinang, Kamis (9/5) malam pekan lalu.

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Bagansiapiapi Jupri Jaafar, membenarkan dilakukannya pemindahan tahanan empat terdakwa narkotika 31 Kg tersebut. Satu diantaranya merupakan terdakwa hukuman mati yang divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Rokan Hilir (Rohil).

Jupri beralasan, pemindahan tersebut dilakukan dengan alasan faktor keamanan. Maka, sesuai dengan perkara yang tengah dijalani, faktor keamananya juga harus diperhitungkan. Apalagi satu diantara terdakwa divonis hukuman mati.

‘’Empat terdakwa narkotika dipindahkan ke Lapas Kelas II B Bangkinang, Kamis malam Jumat itu juga dipindahkan. Ini karena alasan faktor keamanan,” kata Jupri singkat.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Rohil Farkhan Junaedi SH menambahkan, sebelumnya keempat terdakwa tersebut dituntut seumur hidup oleh penuntut umum. Namun dalam putusannya yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Faisal SH MH dengan hakim anggota Lukman Nulhakim SH MH dan Sondra Mukti SH di Pengadilan Negeri Rohil, Selasa (7/5) memvonis hukuman mati terhadap satu terdakwa, dan seumur hidup terhadap tiga terdakwa lainnya.

Satu terdakwa yang dihukum mati tersebut, yakni Zuliarmansyah alias Abi warga Panipahan. Sementara 3 orang rekannya atas nama Riky Salahudin alias Riki,  Darma Putra alias Kapten Kapal, dan Siswanto alias Sis dijatuhi hukuman seumur hudup. Ketiganya merupakan warga Dumai.

Masih kata Farkhan, bahwa proses hukumnya untuk terdakwa putusan hukuman mati ini bakal memakan waktu yang cukup lama, bahkan bisa bertahun-tahun sebagaimana pengalamannya.

Kasi Intel ini menyebutkan, kasus ini belum inkrah, karena masih ada diberikan waktu tujuh hari untuk pikir-pikir sampai mereka (terdakwa) melakukan banding dan putusan inkrah. “Mereka harus menyatakan sikap apakah ada upaya hukum untuk banding atau menerima putusan. Yang jelas pasti banding,” ujarnya.

Terkait pemindahan tahanan itu, katanya, sepenuhnya kewenangan pemindahan itu kembali kepada Kepala Rutanm Bagansiapiapi. Keempat tahanan memang belum sempat menginap di Rutan Bagansiapiapi, karena langsung digeser setelah dibawa dari tahanan Polres Rohil.

‘’Itu kewenangan Kalapasnya. Kalau soal pemindahan itu jelas alasannya sama, yaitu faktor keamanan. Kalaupun dipindahkan ke Nusakambangan itu juga menjadi kewenangan Kalapas dimana terdakwa dititipkan,’’ pungkasnya. (PPG)