M Rofi, Balita Pengidap Kelainan Jantung Berjuang di Jakarta

Butuh Biaya Pengobatan Anak, Istri Malah Terancam Dipecat


riaupotenza.com
Kondisi terakhir M Rofi Hidayat ketika dipangku sang ibu.

BAGANSIAPIAPI (RPZ) - Sang anak masih terbaring lemah, karena penyakit kelainan jantung yang diidap sejak lahir. Hingga kini harus terbaring lemah dengan serangkaian operasi. 

Berkali-kali kepala M Rofi Hidayat, balita berusia 3,9 tahun, warga Jalan Suhada, Kecamatan Sinaboi, ini harus dilakukan operasi sebelum operasi jantung dilakukan. Namun, anak belum lagi sehat, Rahmat Hidayat, ayah Rofi harus menelan pil pahit dengan bayang-bayang sang istri akan dipecat sebagai salah satu tenaga medis di Puskesmas Sinaboi. 

‘’Jangan putuskan kontrak istri saya pak, kami butuh uang untuk makan dan berobat anak,’’ itulah postingan yang ditulis Rahmat. 

Sudah hampir lima bulan Rahmat beserta istri berada di Jakarta untuk pengobatan anaknya. Dilema bagi Rahmat dan sang istri saat dibayang-bayangi pemecatan dan pemutusan kontrak. Istri Rahmat bekerja sebagai tenaga medis di salah satu Puskemas di Sinaboi. Bagi Rahmat dan keluarga, hanya gaji sang istri saat ini menjadi tumpuan mereka selama pengobatan sang anak di Jakarta.

‘’Sekarang sudah hampir lima bulan, kami di sini ngekos dengan biaya sendiri. Dibantu dnegan biaya gaji istri. Alhamdulillah, Kepala Dinas Kesehatan Bu Dahniar sudah memberikan izin, saat kami meminta izin langsung ke beliau. Beliau bilang, kami fokus saja dulu untuk kesembuhan dan pengobatan anak kami,’’ paparnya kepada riaupotenza.com ketika dihubungi melalui pesan singkat, Senin (13/5). 

‘’Namun, kepala Puskesmasnya mulai tidak ada toleransi, kami paham sekarang sudah masuk lima bulan istri tidak bekerja. Namun ini semua kami lakukan untuk pengobatan anak kami. Kami hanya bertiga di Jakarta, tanpa keluarga. Kami mohon kemurahan hati pak Bupati. Kami harap pak Bupati mendengar keluhan kami. Cuma dari gaji itu harapan kami bertahan di sini pak, ada beberapa obat yang harus kami bayar sendiri karena tidak ter cover oleh BPJS,’’ tambah Rahmat.

Rahmat mengatakan, untuk saat ini kondisi anaknya masih belum stabil. Baru pertama berangkat ke Jakarta, sang anak langsung dioperasi.

‘’Rofi sudah dua kali dioperasi di bagian kepala. Kata dokter, ada cairan di kepala. Masih ada dua kali operasi di bagian kepla yang harus anak saya lakukan. Setelah masa pemulihan, barulah operasi jantung dikerjakan. Saat ini kami menunggu waktu satu bulan untuk operasi selanjutnya. Setiap seminggu sekali tiga bahkan empat kali anak kami harus control. Anak kami dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta,’’ katanya.

Saat ini Rahmat mengaku kekurangan biaya, ditambah banyak obat yang harus ditebus demi kesembuhan sang anak. Untuk menutupi kekurangan, seperti biaya makan dan dana kos, Rahmat memilih berjualan ikan asin.

‘’Kemarin waktu anak dirawat di Rumah Sakit Arifin Achmad Pekanbaru, banyak yang ngasih sumbangan, termasuk Pak Bupati Suyatno menyerahkan bantuan langsung. Kami sangat berterimaksasih, begitupun teman-teman dan rekan media,’’ sebutnya. (ian)