Napi Wanita Pemicu Kerusuhan Dipindah ke Nusa Kambangan


riaupotenza.com
Menkumham Yassona Laoly memberikan arahan kepada petugas Rutan Siak.

PEKANBARU (RPZ) — Menteri Yassona Laoly memberikan arahan, agar YR (37), narapidana (napi) wanita pemicu kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Siak dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. 

Perintah ini disampaikan Yasonna Laoly kepada Kakanwil Kemenkumham Riau Muhammad Diah, di sela-sela kedatangannya di Bandara VVIP SSK II Pekanbaru. 

Kepada Muhammad Diah, Yasonna mengatakan, untuk napi yang terlibat jaringan besar untuk dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. 

‘’Termasuk itu napi perempuan yang dihukum 17 tahun, didaftarkan masuk ke Nusakambangan,’’ kata Yasonna kepada Muhammad Diah. 

Pemindahan ini, kata Yasonna, sudah dikoordinasikan kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (KBN). Agar setiap bandar besar di tahan di Lapas Nusakambangan. 

Saat ini, kata Yasonna, proses pembangunan Lapas sedang dilakukan agar dapat menampung kapasitas 1.000 napi. Bangunan akan dilengkapi sistem canggih dan full elektronik. 

‘’Pembangunannya akan selesai tahun ini, saat ini sedang proses penyelesaian beberapa bagian,’’ ungkap Yasonna. 

Setelah dipastikan selesai, pihaknya akan mengarahkan agar setiap napi besar akan konsentrasikan di Lapas Nusakambangan itu. 

Terpisah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Pekanbaru Meliani mengatakan, YR saat ini sudah berada di LPP Pekanbaru setelah sempat kabur dari Lapas Kelas IIB Siak, namun menyerahkan diri ke Polsek di Siak. 

‘’Yang bersangkutan masih di LPP, kita belum perintah untuk dipindahkan. Tapi kalau itu memang ada wacana dipindah, kita menunggu perintah pak Menteri. Karena ada proses yang harus disiapkan sebelum dipindah,’’ katanya. 

Atas perbuatannya, napi YR diberikan hukuman diisolasi tersendiri di ruang tertutup dengan keamanan dua pintu sel. 

‘’YR ini memang kasus narkoba, jadi dia estapet kasus narkoba tiga kali. Jadi 17 tahun hukuman itu tidak kali khusus, narkoba ketiga-tiganya. Apakah dia masuk jaringan bandar besar, saya kurang tahu, karena saya baru di LPP Pekanbaru,’’ paparnya. (pr/mx)