Awalnya Penuh, Lama-lama Menghilang


riaupotenza.com
Ilustrasi. Net

Oleh: Khairul Amri
GM Pekanbaru Pos Group

Udara terasa panas dari hari-hari biasa. Banyak yang tak tahan berlama-lama di luar. AC, pendingin ruangan di rumah saya saja, kalau biasanya baru hidup pukul 22.00 WIB, sekarang sudah menyala di pukul 20.00 WIB. Kalau subuh biasa sudah dimatikan. Sekarang, habis subuh masih menyala. Benar-benar menguji kesabaran.

Ya. Sepekan ini terasa banyak yang berubah. Mulai dari kebiasaan sehari-hari, sampai ke kondisi fisik dan rohani sebagian orang. Kalau siang panas terik. Eh, malam juga masih panas. Tapi, ada yang menyolok berubah: masjid-masjid dan musalla umumnya ramai oleh jamaah.

Kata-kata yang sering kita dengar, masuk Ramadan, berarti memasuki bulan perbanyak amal ibadah. Tak hanya berpuasa. Umumnya umat muslim menambah amalan dengan qiyamul lail (menghidupkan malam-malam Ramadan). Tak lupa pula waktu-waktu di bulan ini diisi dengan tadarus Alquran. Kesannya itu, ya sangat-sangat religi.

Saya sempat dengar pesan Ustadz, saat khutbah di Masjid Raya Pekanbaru Riau: bahwa beramal sunnat di bulan Ramadan, seperti kita mengerjakan amal wajib di luar Ramadan. Sedangkan amal wajib selama Ramadan, akan dibalas berlipat ganda pahalanya oleh Allah SWT. Inilah salah satu yang memotivasi kita untuk banyak beramal selama Ramadan.

Fenomenal, Hanya di Indonesia

Nah, ini dia beberapa kejadian saat Ramadan, hanya ada di Indonesia. Unik. Tapi kadang-kadang bikin miris juga. Ada pula yang bikin geli hati. Lucu, hehehe.

Saat akan masuk Ramadan. Menyambut datang bulan yang agung ini, diadakan banyak event. Yang paling familiar, ada petang megang: balimau bakasai. Mandi ini diharapkan bisa membersihkan diri. Karena sebelum berpuasa, kita harus bersih lahir dan batin. Tradisi balimau kasai ini, di Riau, yang biasanya meriah dan paling banyak pengunjungnya, di Kabupaten Kampar.

Memasuki awal Ramadan. Malam-malam Ramadan, semua masjid dan musalla umumnya penuh.  Kalau biasanya masjid sepi, apalagi saat salat Isya, begitu masuk awal Ramadan nampak penuh sesak. Kalau telad datang, maka siap-siap berpanas-panas menjalankan salat di teras masjid.

Lucunya pula, masjid dan musalla penuh sesak seperti ini hanya di awal-awal Ramadan. Memasuki pekan kedua Ramadan, atau bisa sampai malam ke 11 Ramadan, pelan-pelan 'tapi pasti', shaf salat makin maju. Tak diketahui pasti, kemana perginya jamaah yang di awal-awal Ramadan ramai.

Usut punya usut, dan ini juga hanya ada di Indonesia, justru makin ke ujung yang ramai bukan masjid atau musalla. Masyarakat makin ramai di pusat-pusat belanja. Kalau di awal Ramadan ramai di masjid, eh di akhir Ramadan malah ramai di pasar-pasar. Sedih dan miris juga. Apa tak diingatkan? Ustadz selalu mengingatkan, tapi tetap juga seperti itu, setiap tahunnya.

Berbeda dengan di negara lain. Apalagi kita lihat ke tanah Arab sana. Malam-malam Ramadan itu akan semakin ramai di penghujungnya. Bahkan, banyak pula masyarakat kita yang memilih untuk berangkat ke tanah suci pas saat akhir-akhir Ramadan. Bahkan ada yang berhari raya di sana. Apa sebab? Karena mereka sangat paham, bahwa Ramadan itu sebenarnya makin ke ujung makin banyak kebaikan di dalamnya. Kok bisa beda, ya? Hmmm.

Ada lagi yang lain. Saat menjelang senja, biasanya jalan-jalan ramai dan penuh sesak. Kok bisa? Karena masyarakat tumpah ruah mencari makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Ini banyak memberi manfaat bagi pedagang. Tapi, makin boros jadinya. Bahkan banyak yang dibeli tak pula bisa dihabiskan semuanya. Begitulah unik, aneh dan sekaligus lucu juga, hehehe.

Kembali Suci

Target diujung puasa ini sangat mulia. Yakni, menjadi insan-insan yang bertakwa. Malam-malam akhir Ramadan, ada 10 malam keberuntungan: malam lailatul qadar, lebih baik dari seribu bulan. Nah, semua kita juga tahu itu. Tapi, tetap saja makin ke ujung Ramadan, masjid dan musalla di tempat kita makin sepi jamaah.

Puasa disebutkan Nabi Muhammad SAW, bisa menghapus dosa-dosa kita. Yang sudah kita lakukan dan yang akan kita perbuat, pun bisa diampuni. Hebat, bukan? Kita kembali suci. Jelang akhir Ramadan, ingat: jangan lupa membayar zakat fitrah. Dan, setelah Ramadan kita kembali fitrah atau suci.

Karenanya, mumpung masih ada hari-hari dan malam Ramadan. Mari, jangan kita sia-siakan. Kebiasaan lama, makin ke ujung Ramadan masjid makin kosong, jangan lagi sampai terjadi. Kita tak pernah tahu, apakah Ramadan ini terakhir buat kita. Apakah kita masih akan hidup di Ramadan 1441H mendatang? Tak ada jaminan. Saatnya kesempatan ini kita gunakan sebaik-baiknya. ***