Ajak UAS dan UAH Duel MMA, Kemal Pasha Digiring ke Mapolres


riaupotenza.com
Kemal Pasha dengan ocehan dan permintaan maafnya.

PANGKALANKERINCI (RPZ) - Kemal Pasha pemilik akun IG:indonesia_maju_pesat mendadak tenar di kalangan warganet. Bukan karena prestasinya menyumbangkan pikirannya untuk membangun Indonesia agar lebih maju lagi. 

Tapi alih-alih, pria dengan nama lain Haickal Pasha justru membuat kisruh. Kemal menantang Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat berduel di Mixed Martial Arts (MMA) yang biasa tayang di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia.

Tapi apa lacur, bukannya olahraga kontak fisik ini terlaksana, justru postingannya beberapa hari lalu itu memancing kemarahan ummat Islam. Kemal dituding telah menghina dan melecehkan ulama. Pemuda yang mengaku Haickal Toke ini dilaporkan ke Polres Pelalawan.

‘’Memang ujung-ujungnya berdamai, karena Kemal Pasha dan pihak keluarga minta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya. Memang sempat kami jemput langsung ke tempatnya di perumahan dinas rumah potong hewan di Desa Kemang, Pangkalan Kuras,’’ kata Dedi Azwandi, Kamis (9/5/2019).

Dedi Azwandi adalah salah seorang warga Kabupaten Pelalawan yang merasa tidak rela atas atas postingan pemilik akun Instagram Indonesia_maju_pesat yang menantang duel ustadz-ustadz terkenal UAS dan UAH.      

‘’Setelah Ashar, Rabu (8/5/2019) saya bersama teman Bang Tarigan serta personil intel Polres Pelalawan langsung ke lokasi si penghina ulama ini. Ya, kita dapatkan dia ada di sana dan tidak mengelak atas perbuatannya,’’ papar Dedi sambil mengatakan sebelumnya mereka telah membuat laporan resmi ke polisi dengan laporan penghinaan terhadap ulama.

Mencuatnya kasus ini sambung Dedi Azwandi yang juga dikenal pegiat sosial yang juga Pangdam Rumpun Melayu Bersatu (RMB) ini berawal  dari IG,hingga menyebar ke seluruh grup WA dan FB. ‘’Instragram atas nama Indonesia_maju_pesat mengatai UAS dan UAH,’’ katanya.

Lalu sambungnya, diupayakan melacak keberadaan pemilik akun yang lancing tersebut. ‘’Saya, setelah sholat Zuhur dikontak kawan-kawan dari Pekanbaru, Dumai dan Pelalawan untuk bantu melacak anak ini. Setelah dilacak ternyata beliau tinggal di Desa Kemang di Lintas Timur, tepat di perumahan dinas potong hewan,’’ bebernya.

Setelah mendapat titik koordinat honorer yang sesumbar ini lalu mereka berkoodinasi dengan pihak kepolisian. ‘’Lalu saya mengontak Intel Polres agar ditindaklanjuti. Saya diarahkan membuat laporan. Saya bersama bang Muhammad Tarigan membuat laporan resmi dan saya mendesak agar anak ini dijemput agar tak menjadi bulanan massa yang diperkirakan malam akan ke lokasi,’’ terang Dedi.

Solusi terbaik ditemukan. Ternyata pemilik akun yang sesumbar ini mengakui kesalahannya dan meminta maaf. ‘’Alhamdulilah kita menjumpai beliau. Beliau mengakui kesalahannya, sebagai umat muslim di bulan mulia ini kita memaafkannyadan meminta beliau tidak mengulanginya lagi. Dan sudah diteken perjanjian dan permintaan maafnya di Polres Pelalawan,’’ papar Dedi.

Padahal lanjut Dedi tak sedikit masyarakat muslim yang mendesak agar kasus itu diteruskan ke ranah hukum untuk memberikan efek jera kepada pelaku. ‘’Banyak yang minta diproses saja. Tapi kali ini sudahlah kita maafkan,’’ kata Dedi.

Ditanya motif Kemal Pasha memposting tantangan kepada kedua ulama. Dedi mengatakan, karena sakit hati. ‘’Sakit hati saat Pilpres. Apalagi ada status Abdul Somad jumpa Prabowo dan Adi Hidayat,’’ ungkapnya menyebutkan alasan Kemal Pasha bersenandung sumbang yang berujung di maaf di Mapolres Pelalawan. amr