Harga Lebih Murah, Serikat Penjahit Siap Bantu Masyarakat Soal Seragam Sekolah


riaupotenza.com
Ketua SP3K Kabupaten Bengkalis, Edi Tarto W didampingi Sekretaris Syaiful berfoto bersama pengurus dan penasehat. =MAZWIN

DURI (RPZ)  --  Hampir setiap tahun, persisnya di tiap penerimaan peserta didik baru (PPDB) persoalan baju seragam sekolah, selalu saja menjadi masalah yang mencuat di sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Mandau, Bathin Solapan dan Pinggir. Mulai dari harga yang dirasa mahal, padahal sudah melalui sekolah tempat menjahitnya. Sampai pada beberapa kejadian di sejumlah sekolah yang sampai hari ini masih ada pakaian anak-anak didiknya yang belum selesai, serta sederet persoalan lainnya.

Berangkat dari persoalan itu semua, ada kabar gembira buat masyarakat para orang tua dan wali murid yang anaknya akan mendaftar masuk ke SMP dan SMA/SMK di Kecamatan Mandau, Bathin Solapan dan Pinggir. 

Kini para orang tua tak usah risau, mereka sekarang bisa menjahitkan serangan sekolah anaknya ke Serikat Pengusaha Penjahit Pakaian dan Konveksi (SP3K) Kabupaten Bengkalis. Sudahlah harga dijamin pasti lebih murah, kualitas jahitan pakaian pun adalah kualitas taylor, bukan kualitas pakaian kodian. Tak hanya itu, merk dasar kain pun dipilih yang berkualitas lebih baik. Bahkan serikat juga memberi jaminan penyelesian pekerjaan penjahitan seragam selama 100 hari.

Hal itu disampaikan langsung Ketua SP3K Kabupaten Bengkalis, Edi Yarto W didampingi Sekretaris Syaiful kepada riaupotenza.com, Senin (29/4/2019). "Serikat Ini, pertama bertujuan membantu masyarakat dan pihak sekolah atau komite sekolah dalam pengadaan pakaian seragam," ungkap Ketua Serikat Edi yang akrab disapa Bogel ini.

"Dengan adanya serikat ini, pertama sekali biayanya tentu lebih murah dari yang biasa-biasa. Kemudian kualitas kainnya lebih baik. Karena kita memang memberi jaminan terhadap kualitas bahan. Kualitas jahitannya
juga kita beri jaminan. Setelah itu nanti, penyelesian pekerjaan itu juga kita beri jaminan selama 100 hari," katanya meyakinkan. 

Jadi, beberapa kejadian di sejumlah sekolah itu yang sampai hari ini mungkin ada pakaian anak-anak yang belum selesai, sambungnya.  Serikat akan merubah hal-hal seperti itu. "Jadi, ditangan serikat tidak akan sampai berlama-lama seperti itu. Dalam 100 hari anak-anak itu sudah akan mendapatkan pakaiannya secara keseluruhan," jamin Bogel. 

Nanti memang ada beberapa jenis pakaian yang menjadi target utama kita, katanya menambahkan. Mungkin dalam satu bulan dikerjakan itu, mungkin beberapa stel pakaian sudah bisa kita berikan kepada anak-anak. Cuma didalam 100 hari itu adalah penyelesaian akhir. "Jadi, serikat dengan memberi jaminan seperti itu mudah-mudahan akan dapat merubah paradigma yang sebelum-sebelumnya," jelas Bogel lagi.

Adapun pakaian seragam sekolah yang bisa dikerjakan oleh serikat, yakni seragam untuk SMK, SMA dan SMP. Untuk SMK ada 6 stel, masing-masing seragam nasional, baju Melayu, seragam khusus, Pramuka, baju Batik dan seragam Labor dengan harga Rp.1,5 juta. Kemudian untuk SMA ada 5 stel, masing-masing seragam nasional, pakaian Melayu, seragam khusus, pakaian Pramuka dan Batik dengan harga Rp. 1,2 juta. Sedangkan untuk SMP ada 5 stel seragam, masing-masing seragam nasional, baju Melayu, seragam khusus, Pramuka dan Batik dengan harga cuma Rp 1.050.000.

"Serikat juga sudah memberikan surat atau proposal kepada setiap sekolah yang ada khususnya di Kecamatan Mandau. Dan kita berharap komite sekolah mempertanyakan itu kepada sekolah, karena surat yang kita antarkan itu kita titipkan kepada sekolah untuk disampaikan kepada komite. Nah, pihak komite supaya lebih proaktiv untuk berhubungan intens kepada serikat menangani permasalahan ini," pungkasnya.  maz