Sembilan Kabupaten/Kota di Riau Direkomendasi Lakukan PSL dan PSU


riaupotenza.com
Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan dan Ketua KPU Riau Ilham Yasir serta Gubri Syamsuar memberikan keterangan pada wartawan terkait pemilu.

PEKANBARU (RPZ) - Setelah melakukan verifikasi dan pembahasan, akhirnya Bawaslu Riau merekomendasi sebanyak sembilan kabupaten/kota di Riau lakukan pemungutan suara. Dari delapan kabupaten tersebut terdapat 80 Tempat Pemungutan Suara (TPS) berpotensi akan melakukan Pemilihan Suara Langsung (PSL) dan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

''Setelah kami melakukan pembahasan dan verifikasi, ada 80 TPS yang berpotensi PSU dan PSL se Riau. Data ini masih terus bergerak. Untuk Pekanbaru PSL bertambah 5,  total PSL se Riau data sementara 80 TPS,'' kata Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, Kamis (18/4/2019) malam sekitar pukul 22.55 WIB.

Sebelumnya, saat melakukan video conference di kantor Gubernur Riau, Kamis (18/4/2019) siang, Rusidi menyebutkan, Pemilihan Suara Ulang akan dilakukan di 22 Tempat Pemungutan Suara Ulang (PSU), oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau. 

''Nantinya PSU tersebut akan dilakukan di 5 Kabupaten di Provinsi Riau,'' ungkap Rusidi Rusdan.  

Namun, jumlah itu kata Rusidi belum sepenuhnya vix. Karena sampai saat ini pihaknya masih menerima laporan dari lapangan yakni di Pekanbaru.  ''Prinsipnya, tidak ada warga yang tidak boleh memilih,'' ungkapnya.  

PSU kata dia, jika ada pemilih yang tidak memilih ditempat seharusnya ia memilih. PSU bukan kecurangan, karena biasanya dibahasakan adanya kecurangan. Melainkan, karena adanya pelanggaran dari pemilih. 

Untuk penyelenggaraan, jika memang adanya pelanggaran dari penyelenggaranya. Maka, akan diganti pelaksanaannya. ''Namun, jika memang pelanggaran dari pemilih maka tidak perlu diganti,'' terangnya. 

Untuk proses terhadap KPPS, Rusidi Rusdan mengatakan, untuk pelanggarannya ada ditemukan di Kampar. Dimana, seorang anggota KPPS ditemukan mencoblos sebanyak 20 kali. ''Untuk masalah KPPS ini akan kita koordinasikan dengan KPU,'' kata Rusidi. 

Sementara itu, pihaknya juga menemukan adanya dua surat suara yang ditemukan sudah tercoblos. Namun, pihaknya tidak menemukan siapa pelakunya. 

Sedangkan untuk PSL, pihaknya berprinsip terhadap azaz pemilu bahwa tidak ada satupun pemilih yang hilang hak pilihnya. 

''Kalau ada hak pilih yang dengan sengaja dihilangkan hak pilihnya, itu bisa mengakibatkan pidana, sehingga kita harus mengambil solusi PSL. Dan itu sudah kita rekomendasi ke KPU untuk dilakukan pemilihan lanjutan,'' tukasnya. 

Berikut data PSU dan PSL di Riau: Pelalawan PSU ada 2 TPS dan PSL 1 TPS, Rokan Hilir PSU 3 TPS dan PSL 2 TPS, Pekanbaru PSU 3 TPS dan PSL 25 TPS, Bengkalis PSU 2 TPS dan PSL 1 TPS, Kepulauan Meranti PSU 3 TPS, Indragiri Hulu PSU 2 TPS.

Kemudian Kabupaten Inhil ada 6 TPS yang melakukan PSL, Dumai 1 TPS yang lakukan PSL, dan Kabupaten Kampar ada 46 TPS yang lakukan PSL.

Sementara, Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi mengatakan, alhamdulillah pelaksanaan Pemilu di Riau berjalan Aman dan lancar. 

Namun, mantan Bupati Siak ini mengalami, prosesnya masih berjalan dan ia mengimbau agar masyarakat dapat sabar. 

''Mari pelihara persatuan dan kesatuan di Provinsi Riau. Masyarakat dihimbau jangan melakukan hal-hal yang merugikan,'' ungkapnya. rpz