Ngopi Bareng Bersama PWI Riau

Jefry Noer: Pilpres dan Pileg Paling Kacau


riaupotenza.com
Jefri Noor saat ngopi bareng bersama wartawan PWI Riau.

PEKANBARU (RPZ) - Jefry Noer Calon DPD RI Nomor 33 mengatakan setelah melihat hasil pemilu sekarang, banyak sekali kekacauan. Di mulai surat suara yang kurang hingga rusak. 

''Paling berbahaya permainan terselubung di TPS. Saya sendiri merasakan di TPS 6 Kampar. Dapat 105 suara, tapi ditulis hanya 5. Adalagi jumlah suara 47, tapi hanya ditulis 4,'' kata mantan Bupati Kampar dua periode ini pada acara Ngopi PWI, Kedai Kopi Bengkalis, Jalan Arengka 1, Jumat (19/4/2019).

''Ketika ditanya, alasan salah tulis dan kecapean. Ini yang terbongkar. Jadi saya merasa pemilihan Legislatif tahun 2019 ini paling kacau. Saya rasa begitu juga pemilihan presiden,'' tambahnya lagi.

Menurut Jepri, temuan kekacauan ini baru di DPD. Diduga juga ditemukan di partai. ''Untuk mengantisipasi kecurangan ini, kami harapkan pada panwascam dan pihak-pihak terkait dalam pemilu inu, saat penghitungan suara di kecamatan, jangan hanya surat suara C1 yang dibuka, tetapi plano C1 juga. Kita juga surati Bawaslu dan KPU tentang hal ini,'' kata Jepri lagi.

Terkait hal ini, Jefry Noer sudah melaporkan kecurangan yang terjadi pada Pemilu kemarin yang menimpa dirinya ke KPU dan Panwaslu Kampar.

"KPU dan Panwas sudah kami laporkan. Pertanyaannya kenapa hal ini bisa terjadi. Panwas dan KPU harus bersikap tegas dan hati-hati," ucap jefry.

Lain halnya caleg DPRD Riau dari Partai Demokrat, Hj Eva. Menurutnya, di daerah dekat perumahannya, Pandau, Siak Hulu, banyak warga yang tak bisa memilih dengan alasan yang berbagai macam. 

Sedangkan Asrul caleg DPR RI Partai Gerindra Dapil 2 menambahkan, apa yang dikatakan Jepri dan Eva sebelumnya adalah realita dari pemilu yang sudah berjalan. Namun demikian, hal ini harus ditindaklanjuti hingga tuntas. rpz