Tak Tahan Sakit, Putuskan Bunuh Diri


riaupotenza.com
Petugas mengevakuasi korban gantung diri.

PEKANBARU (RPZ) — Bintang langsung berhenti bermain. Bocah berumur 11 tahun itu langsung membangunkan Martin abangnya. 

Ia terkejut melihat bapaknya yang bernama Rius Hensam Silalahi (44) terbujur kaku, dengan posisi leher tergantung di antara ruang tamu dengan dapur. 

‘’Bang.. bang.. bangun, coba lihat bapak,’’ kata Bintang kepada pria 20 tahun itu. 

Seketika Martin langsung bangun. Ia kemudian langsung mengabari tetangganya. 

Tak berapa lama, informasi tersebut sampai ke Bripka Hebron Babhinkamtibmas Kelurahan Palas. Kemudian, langsung melaporkannya ke Polsek Rumbai. 

‘’Tadi kita dihubungi sekitar pukul 8.10 WIB. Dan saya langsung lapor ke Polsek. Kemudian, tim piket dan tim identifikasi langsung datang ke lokasi,” ungkap Hebron. 

Lanjut Hebron, korban bunuh diri dengan mengikatkan tali nilon ke tiang penyangga atap. Kemudian, menggunakan lemari plastik sebagai pijakan agar sampai ke tali. 

‘’Setelah mengikatkan leher, korban menendang lemari plastik dan langsung tergantung,’’ ungkap Hebron.    

Begitu tim turun ke lokasi, korban didapati dalam posisi leher tergantung menggunakan seutas tali nilon. Korban ditemukan tergantung di antara ruang tamu dan dapur. 

Pantauan di lokasi, petugas tampak sibuk mengevakuasi jasad korban dengan bantuan tangga. 

Informasi yang dirangkum di lapangan, korban dikabarkan nekad bunuh diri, karena stres sejak lama mengidap sakit tumor di bagian belakang lehernya. 

Sejak mengidap sakit, korban dikabarkan tidak lagi bekerja. Sementara itu, untuk mengandalkan biaya hidup sehari-hari, hanya istri korban yang bekerja mencari ampas. 

Saat tim identifikasi melakukan evakuasi, istri korban disapa Boru Juntak tampak histeris. 

‘’Kenapalah kau bunuh diri bapak Martin. Banyak yang lebih susah hidupnya dari pada kita,’’ ucapnya. 

‘’Kalau soal makan, dan sewa rumah, kita tidak perlu pusing. Karena pemilik rumah ngerti kesusahan kita pak Martin. Kenapalah kau bunuh diri pak Martin,’’ katanya lagi. 

Ia kemudian mengatakan sesuatu kepada anaknya, Bintang. ‘’Ingat kau nak, apa kata bapak mu kemarin. Kalau aku mati bagaimanalah kau nak,’’ katanya menuturkan perkataan korban. 

Sementara itu, dari obrolan masyarakat sekitar. Korban juga pernah mencoba bunuh diri dengan cara berbaring di jalan. Namun, kala itu, warga yang mengenal korban langsung menggagalkannya. 

‘’Sebelumnya, dia pernah bunuh diri di Jalan Siak II. Namun, digagalkan,” ungkap warga. 

Untuk kepentingan pendataan, jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulans milik RS Bhayangkara Polda Riau. 

Jasad korban, kata Kanit Reskrim Polsek Rumbai Iptu Raja Handayani dibawa ke RS Bhayangkara Polda, untuk keperluan, sesuai standar operasional Kepolisian. 

‘’Memang awalnya pihak keluarga enggan jasad korban diotopsi, tapi visum, kan merupakan SOP kita,’’ ungkap Raja. (pr/mx)