Honor Imam Rawatib Masjid Paripurna Dihapus?


riaupotenza.com
ILUSTRASI

PEKANBARU (RPZ) - Penghapusan honor imam rawatib di Masjid Paripurna Kota Pekanbaru disorot pengurus. Padahal mereka bertugas atas dasar SK Wako Pekanbaru, Dr H Firdaus MT. Lantaran dugaan tidak mencukupinya anggaran, hal itu pun dilakukan.

Salah seorang bendahara disalah satu Masjid Paripurna Pekanbaru, Selasa (9/4), menyayangkan sekaligus menanyakan penghapusan sepihak yang dilakukan Pemko Pekanbaru. Sebelumnya untuk honor imam rawatib rutin dibayarkan Bagian Kesra melalui kecamatan.

‘’Imam rawatib bertugas atas SK dari Wali Kota. Jadi tak bisa begitu saja memberhentikan honornya. Karena sejak Januari sampai Maret mereka tetap bertugas,’’ kata bendahara masjid yang meminta namamya tidak ditulis.

Kepala Bagian Kesra, Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Sarbaini, membantah pihaknya yang menghapus honor imam rawatib.

‘’Ini menyangkut anggaran (yang tidak mencukupi, red). Ada Pak Sekretaris Daerah (M Noer MBS, red) dan Pak Ilyas Husti sebagai pembina Masjid Paripurna. Jadi bukan Bagian Kesra yang menghapus,’’ terangnya. 

Di 96 mesjid paripurna yang ada di Kota Pekanbaru, saat ini masing-masing ada dua orang imam, yakni imam rawatib dan imam besar. Imam rawatib adalah yang bertugas sebagai imam harian, sementara imam besar berfungsi sebagai mufti yang menyelesaikan masalah keagamaan yang timbul. Imam besar  harus memiliki ilmu agama yang mapan melipat fiqih, hadis, dan Al Quran.

Sarbaini menjelaskan, pembahasan sekarang sedang berlangsung di antara Pemko Pekanbaru, pembina dan pengurus mesjid paripurna. Melalui angket, akan ditentukan imam mana yang akan dipakai, hanya rawatib saja atau hanya imam besar saja.

‘’Sekarang sedang dievaluasi. Disebar angket ke pengurus, angket ini nanti dikembalikan lagi. Nanti kita lihat yang mana dipakai,’’ urainya. 

Meski begitu, dia menggaris bawahi bahwa angket nantinya akan diikuti oleh seleksi terhadap imam mesjid paripurna.

‘’Dengan catatan walupun direkomendasikan pengurus dan pembina, akan  tetap diseleksi. Hasil seleksi nanti yang menentukan. Seleksi belum, setelah angket baru kita seleksi,’’ singkatnya. (lex)