Gubri Teken MoU Wisata Halal dengan Menteri Pariwisata


riaupotenza.com
Drs H Syamsuar MSI

JAKARTA (RPZ) - Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSI membubuh tandatangan di Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman tentang pengembangan pariwisata halal Riau dengan Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya, Selasa (9/4) di Hotel Bidakara, Jakarta. Selain Riau, 11 kota di Indonesia ikut juga menandatangani destinasi prioritas pariwisata halal.

Harapan Syamsuar, setelah MoU ini ditandatangani, tentunya semakin menambah angka kunjungan wisatawan manca negara ke Provinsi Riau, dan tentunya hal ini berimbas pada peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Syamsuar menjelaskan, wisata halal adalah service Riau sebagai pihak yang menawarkan jasa wisata, atau pelayanan ramah muslim yang datang berkunjung. Wisata halal ini mengacu pada Global Muslim Travel Indeks yang berstandar dunia. 

“Alhamdulillah. Insya Allah setelah adanya wisata halal di Riau pelancong muslim bahkan non muslim tidak ada lagi masalah dengan pelayanan yang kita berikan,” ungkap Syamsuar. 

Syamsuar juga menyebutkan, pelayanan wisata halal di Riau ini sasarannya pelancong muslim dari Timur Tengah, dan tentunya pelancong muslim dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunai, dan Thailand nantinya lebih mudah “dilambai” untuk bertandang ke bumi lancang kuning ini. 

“Saya pernah ke Malaysia dan bertanya wisatawan dari mana paling banyak yang datang, ternyata dari Timur Tengah. Tentunya dengan adanya pelayanan wisata halal Riau, kita bisa menarik wisatawan dari Timur Tengah itu untuk berkunjung ke Riau atau paling tidak kita mendapat imbas dari kunjungan wisatawan Timur Tengah di Malaysia itu,” ucap Syamsuar. 

Syamsuar optimis, adanya pelayanan wisata halal ini jumlah kunjungan wisatawan manca negara ke Riau bertambah, apalagi nantinya jika Roro Dumai-Melaka sudah ada. Sehingga hal ini semakin mempermudah pelancong bertandang ke Riau. 

Di Thailand saja, kata Syamsuar, ada pelayanan wisata halal. Sehingga negeri ini banyak dikunjungi turis manca negara. Apalagi Riau tanah Melayu yang identik dengan Islam, tentunya service wisata halal ini menjadi keharusan.

Sesuai data dari Dinas Pariwisata Riau, kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2018 ke Provinsi Riau melonjak naik 30 persen yakni sebanyak 146.935 wisman. Angka tersebut melebihi dari capaian 2 tahun sebelumnya. Pada tahun 2016 tercatat 66.130 orang dan 2017 mencapai 91.484 wisman.

Karenanya, Syamsuar mengimbau kepada travel tidak lagi membawa wisatawan manca negara keluar tapi bagaimana membawa pelancong datang ke Riau. 

Soal sosialisasi bahwa pelayanan wisata Riau halal, kata Syamsuar, melalui seluruh stakeholder atau pentahelix. Yakni, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas pecinta pariwisata, dan media. 

Syamsuar menjelaskan, sosialisasi dari Pemerintah Provinsi Riau ke kabupaten/kota nantinya pada pemberian izin usaha yang harus memenuhi standar palayanan wisata halal. 

“Sekarang di Indonesia sudah ada tiga daerah provinsi yang punya pelayanan wisata halal. Yakni, NTB, Aceh, dan yang ketiga adalah Riau. Jadi, sebagai masyarakat Riau kita harus bangga dan menyambutnya,” ujar Syamsuar.(dre)