Kemenangan itu Bernama Perubahan (Mantapkan Pilihan Jelang 17 April)


riaupotenza.com
Oleh: Khairul Amri Jurnalis di Pekanbaru, Riau

SEMUA Yang ada di alam ini pasti berubah. Waktu berubah. Cuaca pun berubah-ubah. Bahkan yang terdalam di tubuh kita, perasaan, bisa pula berubah.

Tinggal lagi bagaimana kita menyikapi perubahan. Inginnya sih, setiap perubahan itu baik-baik saja. Tetapi, tak jarang yang berubah itu pun kadang tak sesuai harapan. Begitulah, semua berubah jadi baik dan bisa juga sebaliknya.

Apa yang tidak mengalami perubahan? Ya, perubahan itu sendiri. Pesan orang tua-tua kita, berubahlah menjadi lebih baik. Tak mau berubah? Siap-siap dilindas oleh perubahan yang terjadi. Jadi, apa yang kita inginkan, Pastilah selalu perubahan ke arah yang lebih baik.

17 April, hanya menghitung hari. Ada apa di tanggal itu. PEMILU. Pemilu Presiden, dan Pemilu Legislatif DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupatenkota. Ingat, itu hari Rabu, ya. Jam nyoblos, hanya dari pukul 07.00-13.00 WIB. Yang gelas, tunggu lima tahun lagi. Itupun kalau umur diberi panjang.

Apa Anda sudah punya pilihan? Khusus untuk Presiden, saya yakin kita semua pasti sudah punya pilihan. Kata teman saya, jelang 17 April, mari kita salat Istikharah, meneguhkan pilihan. Agar pilihan kita benar-benar sesuai hati nurani. Dan, yang terpenting, pilihan kita itu keluar sebagai pemenang dan membawa perubahan negeri ini ke arah lebih baik. Pasti iya tuh.

Untuk DPD, sama dengan Presiden. Surat suara yang dua ini, dilengkapi dengan foto-foto calon. Ada 2 pasang Capres dan Cawapres, dan ada 27 orang calon DPD se Riau. Sedangkan surat suara lain, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten dan kota hanya ada gambar partai politik beserta nama-nama caleg-nya.

Bisa dipastikan, kalau Anda belum punya pilihan untuk DPR RI sampai DPRD Kabupaten dan kota, Anda pasti bingung dan lama di dalam bilik suara. Makanya, segera tentukan pilihan, parpolnya dan calegnya. Jika tidak, Anda siap-siap tak berubah selama 5 tahun ke depan.

Lantas, siapa yang akan menang pada Pilpres nanti. Kira-kira pasangan nomor urut 01 atau 02 ya? Jangan buru-buru dijawab. Tunggu tanggal mainnya saja.

Yang pasti, pemenang Pilpres kali ini pastilah pasangan yang bisa membawa Indonesia pada perubahan lebih baik. Ya, kemenangan itu bernama PERUBAHAN. Jika yang menang tetap membuat Indonesia begini-begini saja, alamatlah 5 tahun mendatang stagnan kita ini.

Kapan bisa diubah lagi? Hmmm, lama sekali. Tunggu lima tahun lagi. Makanya, jangan salah pilih ya. Karena mereka adalah sosok terbaik yang akan memimpin negeri ini. Membawa negeri ini kepada perubahan lebih baik, bukan sebaliknya.

Nilailah secara Objektif

Khusus Capres dan Cawapres, ada 2 pasang yang maju. Keduanya punya track record dan punya visi misi yang jelas. Kalau begitu, bagaimana caranya kita bisa menetapkan pilihan? Jawabnya, lakukanlah penilaian secara objektif. Cari referensi terpercaya, dan bisa juga dibantu dengan info-info dari mayoritas pemilih. Dan, setelah itu, kembalikan ke diri sendiri. Pilihlah pasangan yang diyakini bisa membawa negeri ini pada perubahan lebih baik.

Apa penting mengetahui track record. Ya, sangat pentinglah. Misalnya, sosok tersebut pernah memimpin, dilihat saja bagaimana dia saat memimpin. Bagaimana kerja nyata yang dibuatnya, apakah janji-janji yang dibuatnya sudah dia jalankan. Tapi, kalau calon ini belum pernah menjabat, lihatlah visi misinya. Lihat juga niat tulus ikhlasnya untuk menjalankan apa-apa yang sudah dijanjikannya.

Terakhir, cara terbaik untuk menetapkan pilihan, yakni bisa melihat sosok-sosok berpengaruh yang ada di sekeliling calon-calon ini. Simpelnya, kalau pemimpin itu dikelilingi oleh orang-orang baik dan hebat, serta jujur dan tidak neko-neko, pastilah pemimpin itu akan baik dan hebat pula. Jika sebaliknya, maka bisa pula dipastikan pemimpin ini pun akan seperti itu.

Mau mengubah nasib. Mau negeri ini berubah jadi lebih baik? Sederhana bro, tanggal 17 April 2019, datang dan berikan hak suara kita di TPS masing-masing. Jangan GOLPUT.

Karena kata Ustadz Abdul Somad, jangan Golput. Karena orang gila saja boleh milih. Kalau kita tidak ikut memilih, berarti kita rela negeri ini dipimpimpin oleh orang gila. Kurang tegas apa juga lagi tu, nasihat UAS. Selamat mencoblos. **