Berhasil Perjuangkan Pembanguna Turap di Desa Teratak

Gafar Usman Bagaikan Malaikat Penolong di Rumbio Jaya


riaupotenza.com

BANGKINANG (RPZ) — Sosok Drs  Abdul Gafar Usman  yang juga anggota DPD RI asal Daerah Pemilihan Provinsi Riau  disebut-sebut sebagai  Malaikat di Kecamatan Rumbio, Kabupaten Kampar.  Kenapa tidak,  senator  Republik Indonesia  berhasil menyelamatkan ratusan meter  tanah milik masyarakat  yang setiap banjir di seret air Sungai Kampar.

‘’Terus saya kata, Mamanda Gafar Usman bisa disebutkan Rumbio Jaya ini. Pasalnya, berkat bantuan dan kewenanganan dimilikinya,  Daerah Kenegerian Rumbio  dapat bantuan pengaman turap  senilar Rp3,3 miliar di sepanjang Sungai Kampar yang  titiknya dimulai dari Desa Teratak,’’ ujar kades Teratak Muhammad Ardi  dihadapan ratusan warga Desa Teratak pada  acara sosialis asi 4 pilar kebangsaan (UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika bersama Drs H Abdul Gafar Usman MM MSc  anggota MPR RI/DPD RI utusan Riau di aula Desa Teratak, Senin (2/4/2019).

Dijelaskan Ardi,  beberapa tahun lalu,  banyak  tanah daratan yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS)  Sungai Kampar yang runtuh. Walaupun  jumlah  sedikit -sedikit  namun setiap banjir tebing di Sungai Kampar terus-menerus  mengalami  longsor.  ‘’Pokok dalam setahun  itu  ada sekitar 10 sampai 15 meter  tebing itu runtuh dikalikan sepanjang  tiga Desa yakni Penyasawan,  Rumbio dan Desa  Teratak, berapa haktare tanah warga rubuh dan diseret  ke Sungai Kampar. Bahkan, kalau tidak salah  ada beberapa buah rumah  warga  amburuk ke sungai  Kampar karena ikut longsor tersebut,’’ sebut Ardi.

Melihat kondisi dan ancaman, pihak sudah beberapa kali melaporkan dan mengusulkan dalam bentuk proposal  ke Pemkab Kampar, namun tidak digubris sama sekali dan akhirnya informasi itu  sampai  kepada Mamanda Gafar Usman yang juga putra Kabupaten Kampar ini.  

‘’Saya ingat betul, intruksi beliau,  pengamanan suangai atau turaf  itu adalah kewenangan pusat, maka  kepada Kepala Desa (Penyasawan, Teratak dan Rumbio di instruksikan membuat propsal dan disampaikan Badan Balai Air  wilayah 3 Sumatera di Pekanbaru dan ditembuskan dirinya.  Dari tiga yang intruksikan  hanya Desa Teratak membuat proposalnya,’’ beber Ardi lagi.

Hanya menunggu 2 tahun,   perjuangan itu menampakkan hasil,  yang mana di Desa Teratak tahun 2019  ada proyek pembangunan turap dengan menggunakan dana pusat  sebesar Rp3,3 Miliar. ‘’Sebenarnya  nilai proyek  sebesar Rp4,5 miliar  tetapi setelah digunakan untuk perencanaan dan pengawasan, yang sampai untuk pengerjaan fisik hanya Rp3,3 Miliar. Saya dah jumpa Pimpro dan Kontraktor Pelaksana,  beberapa waktu lalu, dan dalam waktu dekat  proyek itu akan dikerjakan,’’ papar Ardi.

Tentang berapa panjang atau volume, Ardi  belum bisa memastikannya,  namun yang jelas, sesuai permintaan,  bahwa turap dimulai dari Desa Teratak tersebut. ‘’Kita harus berterima kasih dengan Pak Gafar, karena berkat bantuan dan perjuangan  beliau, tanah masyarakt yang ada DAS Sungai  Kampar  yang  melaluai  Desa Teratak ini sudah aman. Karena, kalau tidak ada turap ini ke depan, saya  tak tahu rumah siapa lagi akan diseret  arus Sungai  Kampar  tersebut,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Gafar Usman  tentang  adanya  proyek turap yang menggunakan dana pusat di DAS Sungai  Kampar di  Desa Teratak itu merupakan aspirasi warga terhadap dirinya untuk pembangunan turap tersebut. 

'’Proyek Turap ini murni aspirasi warga yang diusulkan Kades kepada saya. Begitu surat tembusan masuk langsung  saya  tindaklanjuti ke Balai  Sumber Daya Air Wilayah III Sumatera di Pekanbaru dan langsung dikawal sampai ke pusat.  Hasilnya, seperti  sekarang  Rumbio ini dapat jatah Rp3,3 Miliar, sebuatnya lagi.

Menurut Gafar,  berkat lobi-lobi dilakukan bersama Badan Sumber Daya Air Wilayah III Sumatera,  khusus pembangunan turap air dan laut, Riau dapat  dana Rp16,5 Miliar. aby