Masuk, Keluar Akhirnya Balik Lagi


riaupotenza.com
Bersama alumni MAN 1 Pekanbaru.

OLEH : Khairul Amri
GM Pekanbaru Pos Group

Pertengahan 1993.

Saya dan teman satu sekolah. Kami sama-sama tamat dari MTs Tg Batu filial Tg Pinang, Kepulauan Riau (Kepri). Bermodal yakin, boleh dibilang setengah nekat, sampai juga akhirnya kami di Pekanbaru.

Walau tak asing bagi saya, tapi bagi teman saya, kali pertama dia sampai di ibu kota Provinsi Riau ini. Ketika itu, Kepri masih bergabung ke Provinsi Riau. Sejak tahun 2001, Kepri sudah jadi provinsi otonom. Berkah otomi daerah, reformasi 1998. Kami sama-sama buta dengan kota berjuluk, waktu itu, "kota Bertuah".

Setamat MTs, saya melanjutkan sekolah ke Pekanbaru. Tanpa banyak pilihan, saya dan teman ini sangat yakin, pasti sekolah MAN 1 lah yang paling pas dan hebat. Ada juga waktu itu MAN 2, tapi karena pilihannya dua, kami menetapkan pilihan bersekolah di MAN 1 Pekanbaru di Jalan Paus/Bandeng. Karena kami yakin, sekolah ini lebih bagus dari sekolah satunya lagi.

Saya mendaftar jadi siswa baru. Setelah ikut beberapa tes, saya alhamdulillah lulus. Begitu juga dengan teman tadi. Walau usianya lebih tua dua tahun, saya dan teman ini sama-sama memulai pendidikan tingkat SLTA di sekolah ini. Kami bangga masuk sekolah agama. Sebab, selain hebat di ilmu umum para siswa MAN juga hebat dan punya ilmu lebih, di bidang agama. Ini salah satu yang membuat kami beda dengan kawan-kawan di SMA atau SMK.

Ya. Tiga tahun di MAN 1, akhirnya saya menamatkan sekolah. Tak jelek-jelek kali, lah. Karena saya masuk di jurusan Fisika (A2, di MAN 1). Lulus dengan predikat 10 besar. Bangga? Ya, tentu bangga. Karena tamat dengan baik seperti kawan-kawan lainnya.

Pertengahan 1996.

Juli, 1996 adalah bulan terakhir saya di MAN 1 Pekanbaru. Masuk di 1993. Pas Juli 1996, saya tamat dan otomatis keluar dari sekolah itu. Banyak yang bilang: masa-masa SMA itu adalah masa-masa yang sulit dilupakan. Masa-masa dimana banyak kisah tentang diri seorang remaja menuju kedewasaan. Cieeee, saya serasa kembali ke 1996 lalu, hehehe.

Sejak saat itu masa-masa ceria sesama rekan sebaya, mulai pelan-pelan hilang. Masa SMA berganti dengan masa kuliah. Hmmm, kalau dipikir-pikir: saya dan mungkin hampir semua yang pernah di SLTA, pasti ingin selalu mengenang masa-masa itu. Sedangkan masa-masa kuliah, ya... sudah memasuki masa-masa serius. Tapi, mau bagaimana lagi. Hidup harus terus berjalan, dan harus pula terus dijalani.

Empat tahun saya di bangku kuliah. Banyak juga kenangan, mulai dari sejak masuk, hingga saya keluar dan menyelsaikan studi di perguruan tinggi. Tapi, terus terang saja. Cerita semasa di MAN 1, dengan cerita semasa kuliah, jelas sangat berbeda.

Masa-masa di MAN 1 Pekanbaru, hampir semua ceritanya gembira dicampur rasa senang dan senda gurau. Sangat sulit untuk melupakannya. Sedangkan saat kuliah, usia pun sudah di atas 17 tahun, kesan seriusnya lebih banyak daripada kesan senda gurau.

Jadi, wajar. Kalau ada acara kumpul atau reunian, bertemu dengan teman-teman satu SLTA pastilah kesannya sangat beda. Dibanding kalau kita reunian dengan teman-teman kuliah. Hebohnya itu pasti beda. Banyak ceritanya pun pasti tak sama, hehehe. Ya, namanya juga masa-masa remaja.

23 Maret 2019.

Hari ini, Sabtu. Hati saya sebagai alumni MAN 1 Pekanbaru sangat senang bercampur bangga. Mungkin, hati keluarga besar sekolah ini pun sama dengan saya. Siswa, para guru dan kepala sekolah. Semua senang. Karena kemarin itu diperingati dan dirayakan Milad (hari lahir) ke 41 sekolah kami. Almamater kami.

Bangga dan senang, bukan karena acaranya saja. Tapi, momen kami sebagai alumni balik lagi ke sekolah ini, diikuti pula oleh hadirnya Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi. Selain beliau, juga hadir Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA. Nah, kedua-duanya baru. Baik Gubri maupun Kakanwil Kemenag Riau, sama-sama belum cukup 100 hari menjabat. Wajar saja kami senang, karena sekolah dan almamater kami kehadiran dua tamu istimewa.

Saya makin senang dan tambah bersemangat. Karena ramai alumni yang hadir. Mereka semua bersemangat, sama-sama ingin memajukan sekolah. Sambutan pihak sekolah pun luar biasa. Karena kami semua meyakini: jika sekolah dan alumni bisa kompak dan bekerja sama maka MAN 1 ke depan akan semakin hebat dan luar biasa.

Begitulah saya. Begitulah kami, para alumni MAN 1 Pekanbaru. Kami yang dulu masuk ke sekolah ini, tiga tahun menimba ilmu. Setelah itu keluar dan menamatkan pendidikan, sekarang kami semua akhirnya balik lagi ke almamater.

Ya, masuk... keluar. Dan, balik lagi ke sekolah. Itulah saya, dan kami semua. Majulah pendidikan Riau. Majulah madrasah dan maju, sejahteralah Indonesia. **