Kerumutan Banyak Cerita

Malangnya Pria Ini, Hari-harinya Harus Dipasung


riaupotenza.com
Samsir warga Kecamatan Kerumitan dipasung karena menderita gangguan jiwa.

KERUMUTAN (RPZ) - Kecamatan Kerumutan ternyata menyimpan banyak cerita. Seperti jalan hidup Andini, remaja yang harus menjaga dua adiknya. Sempat viral, Andini yang terlupakan kini sudah mengenyam bahagia. 

Selain mendapat rumah baru, diberikan beasiswa hingga perguruan tinggi bahkan sempat bertemu langsung dengan Menteri Kemaritiman dan Kelautan Susi Pudji Astuti. Kisah tentang hidup Andini pun bertambah pula. Gadis kampung asal Kerumutan ini akan memiliki mini market di ibu kota RI Jakarta. Begitu sepenggal tentang Andini dan adik-adiknya.

Tapi kini lain lagi alur kisahnya. Adalah Samsir warga Dusun Pematang Tengah Desa Mak Teduh Kecamatan Kerumutan. Pria lajang 31 tahun ini, sejak 2 bulan terakhir harus mendekam sendiri. Bukan dalam sel tahanan polisi, tapi kalau diibaratkan memang tak jauh berbeda dari hotel Prodeo, hanya saja Samsir ditahan oleh pihak keluarganya sendiri.

Bukan karena melakukan tindak kejahatan, tapi Samsir mengalami gangguan kejiwaan. Depresi berat, hingga dua pecan terakhir terpaksa dipasung. ‘’Sekitar dua pekan terakhir inilah Samsir dipasung. Dia depresi berat,’’ kata pegiat social Dedi Azwandi, Selasa (26/3/2019).

Tidak disebutkan apakah penyebab awal gangguan jiwa berat yang dialami Samsir ini. ‘’Penyakit yang diderita sejak 15-19 tahun. Tapi penyebab pasti saya belum tahu. Infonya kalau lepas ngamuk, tapi sebarapa lah. Karena khawatir maka dipasung,’’ sebut Dedi sambil berharap ada solusi untuk penderita gangguan jiwa tersebut.

Menurut Dedi untuk penderita gangguan psikis ini sudah dilarang dipasung, makanya pihaknya berusaha mencari upaya lain agar Samsir bisa sembuh. Salah satu jalan keluar untuk Samsir ini lanjut Dedi, sang pasien direncanakan akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pekanbaru. ‘’Insyaa Allah rencana mau dirujuk. Kini lagi proses mengurus surat menyurat,’’ paparnya sambil berharap dukungan dari berbagai pihak. amr