Soal Penindakan Barang Ilegal, Ini Pesan Wakil Bupati Pada KPPBC


riaupotenza.com
Proses pemusnah yang dilakukan Kepala KPPBC Madya Bengkalis, Moch. Munif, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H Said Hasyim dan beberapa perwakilan instansi lainnya.

SELATPANJANG (RPZ) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Bengkalis melalui kantor bantu mereka di Selatpanjang, musnahkan barang tegahan senilai Rp. 884.606.373. 

Helat itu digelar Rabu (13/3/19) sekira Pukul 10.00WIB tepat di halaman KPPBC Pos Bantu Bengkalis, Jalan Tanjung Harapan. Proses pemusnahan dilakukan dengan cara yang berbeda sesuai jenisnya. 

Seperti rokok dibakar, minuman beralkohol (Minol) buang. Sementara keberadaan makanan kaleng, minyak goreng dan susu, digiling dengan alat berat. Selaku perwakilan dari pemerintah daerah, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H Said Hasyim mengaku sangat mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh KPPBC Bengkalis, asal berdampak baik bagi masyarakat. 

Dikesempatan itu tepat di hadapan para tamu, Said Hasyim menjelaskan sedikit hubungan Kepulauan Meranti dan negara tetangga seperti Malaysia. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan Sembako yang didukung atas starategisnya letak geografis Meranti

"Seperti jarak Pulau Rangsang kita dengan Malaysia tidak jauh. Kira-kira sekitar tiga kilo meter saja. Saudara saya juga banyak di sana. Dulunya kebutuhna sembako kita dari sana. Karena kalau dipasok dari jawa mahal," katanya. 

Untuk itu disampaikan Said Hasyim perlunya kebijakan dari instansi vertikal terkait lainnya untuk tetap bersikap tegas namun tetap harus ada pertimbangan. Dijelaskannya seperti kebutuhan pra lebaran, tahun baru seperti memenuhi lersediaan stok air kaleng dan lain-lain. "Tindaklah ya kan, tapi saya rasa harus punya seni lah sedikit dalam melakukan laksnakan penindakan, ya kan," ungkap Said Hayim. 

Terakhir Wakil Bupati berharap Kerjasama antara Bea Cukai, Pemerintah Daerah Kepulauan Meranti dan pihak kemaamanan terkait dapat terus terjalin baik sehingga menciptakan kondusifitas daerah. Terutama dalam mengamankan masuknya barang ilegal yang merusak; seperti minuman keras, Narkotika yang mana diwilayah Meranti dinilai masih sangat rawan. "Terima kasih atas kerjasamanya semoga sinergitas yang baik ini terus terjalin," ucapnya.

Menjawab pidato Said Hasyim kepada Kepala KPPBC Tipe Madya Bengakalis Mochammad Munif, membeberkan jika jauh sebelum ini pihaknya telah punya seni dalam melaksanakan setiap oprasi. "Dari dulu kita sudah punya seni dalam melakukan penindakan. Malahan banyak seni-nya. Cuman! Kalau terkait barang barang yang perlu izin dari instansi lain tetap tidak bisa. Kalau kami melonggarkan pengawasan juga tidak bisa," ungkapnya. 

"Dari teman teman Pemda Meranti juga jauh sebelum ini sudah mengajukan permohonan tersebut ke Kementerian Perdaganan dan BPOM untuk kebutuhan masayatakat setempat, namun lanjutan akhirnya saya tidak tau ya," tambahnya. 

Menurutnya, selama mereka dari BPOM, Kemenkeu dan Kemendag mengizinkan, maka, pihaknya dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Bengkalis tetap mendukung. 

Secara detail barang tegahan tersebut diantaranya, rokok berjumlah 339.320, batang senilai Rp. 137.487.000, minuman mengandung etil alkohol sebanyak 582 liter Rp. 55.718.000, Smartphone 125 unit dengan nilai Rp. 100.000.000. 

Selain itu juga terdapat 100 unit notbook juga diperkirakan senilai Rp. 135.000.00, menyusul makanan, minuman dan minyak goreng sebanyak 3.960 packege setara Rp. 456.522.000. 

Seperti dibeberkan oleh Kepala KPPBC Tipe Madya Bengakalis Mochammad Munif, kerugian negara yang ditimbulkan atas keberadaan barang tegahan tersebut sebesar Rp. 341.606.373. 

"Barang elegal tersebut berasal dari pihak yang tidak mematuhi aturan, sehingga jika lolos maka akan menumbulkan kerugian materil dan immateril, bagi negara dan masyarakat," ungkapnya. wir