Barang Tegahan Senilai Rp800 Juta Lebih Dimusnahkan


riaupotenza.com
Proses pemusnah yang dilakukan Kepala KPPBC Madya Bengkalis, Moch Munif, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H Said Hasyim dan beberapa perwakilan instansi lainnya.

SELATPANJANG (RPZ) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Bengkalis melalui kantor bantu di Selatpanjang, musnahkan barang tegahan senilai Rp884.606.373., Rabu (13/3/2019) sekira pukul 10.00WIB  di halaman KPPBC Pos Bantu Bengkalis, Jalan Tanjung Harapan. 

Proses pemusnahan dilakukan dengan cara yang berbeda menurut jenisnya. Seperti rokok dibakar, minuman beralkohol (Minol) buang. Sementara keberadaan makanan kaleng, minyak goreng dan susu, digiling dengan alat berat. 

Secara detail barang tegahan tersebut diantaranya, rokok berjumlah 339.320, batang senilai Rp137.487.000, minuman mengandung etil alkohol sebanyak 582 liter Rp55.718.000, Smartphone 125 unit dengan nilai Rp100.000.000. 

Selain itu juga terdapat 100 unit notbook juga diperkirakan senilai Rp135.000.00, menyusul makanan, minuman dan minyak goreng sebanyak 3.960 packege setara Rp456.522.000. 

Seperti dibeberkan oleh Kepala KPPBC Tipe Madya Bengakalis Mochammad Munif, kerugian negara yang ditimbulkan atas keberadaan barang tegahan tersebut sebesar Rp341.606.373. 

"Barang elegal tersebut berasal dari pihak yang tidak mematuhi aturan, sehingga jika lolos maka akan menumbulkan kerugian materil dan immateril, bagi negara dan masyarakat," jelasnya. 

Menurutnya, keberadaan barang haram yang dimusnakan hari itu berasal dari penindakan yang dilajukna oleh BC dan beberapa instansi lain seperti BPOM Pekanbaru beberapa waktu lalu. "Sebagian besar barang tegahan OPSON dan beberapa operasi kecil BPOM di Selatpanjang. Dan selebihnya sisa tegahan kita BC Bengkalis," ungkapnya. 

Menurutnya dengan tugas dan fungsinya yang teruang dalam UU pihaknya wajib melaksanakan revenue collector, comunity orotector, trade fasilities dan industrial assistent. "Pemusnahan ini merupakan tugas Bea Cukai dalam bidang comunity protector untuk melindungi masyarakat dari barang impor yang dianggap menganggu kesehatan. Pemusnahan ini telah mendapat perserujuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementrian keuangan RI, "ujarnya. 

Sebagai bentuk transparansi kewajiban dna rugasnya, Munif mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi peraturan ang telah ditetapkan dan menjalankannya secara legal, terutama dalam bidang ekspor dan impor. wir