Jumlah Hotspot di Riau Meningkat


riaupotenza.com
Kondisi pagi hari di jalan lintas Riau-Sumut, tepatnya di Kecamatan Tanah Putih. Foto ini diambil beberapa hari lalu, dan kondisinya sudah lebih baik.

PEKANBARU (RPZ) - Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau mengalami peningkatan, Sabtu (9/3) sore. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, sebanyak 20 titik api itu terdeteksi di tujuh kabupaten dan kota. 

Titik-titik api itu terdapat di Kabupaten Pelalawan 5 titik; Siak 5 titik; Indragiri Hilir (Inhil) 3 titik; Kota Dumai 3 titik; Kepulauan Meranti 1 titik; Indragiri Hulu (Inhu) 1 titik, dan Kabupaten Bengkalis 1 titik. Sementara Rohil untuk sementara nihil.

Dari jumlah tersebut, enam titik dengan confidence 70 persen, yakni api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Kebakaran itu terdapat 2 titik di Kabupaten Pelalawan. Kemudian Bengkalis, Inhil, Inhu, Bengkalis dan Kota Dumai masing-masing 1 titik. Jumlah titik panas jauh meningkat dibandingkan dengan pantauan BMKG Stasiun Pekanbaru, Sabtu pagi, yakni sebanyak 5 titik. Titik panas terdeteksi 3 titik di Kabupaten Pelalawan, 1 titik di Kepulauan Meranti, dan 1 titik di Inhil. 

Namun, Sabtu sore meningkat menjadi 20 titik. Sementara itu, di wilayah Kabupaten Pelalawan, kebakaran hutan dan lahan masih dilakukan pemadaman.

Hal itu disampaikan Kepala Manggala Agni Daer Operasi (Daops) Rengat, Ismail Hasibuan.

“Tim Manggala Agni Daops Rengat melakukan pemadaman karhutla di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti,” kata Ismail. 

Saat ditanya berapa luas hutan dan lahan yang terbakar, dia mengaku belum bisa memperkirakan. “Belum kita ketahui luasnya, karena tim fokus ke pemadamam,” kata Ismail. 

Upaya pemadaman karhutla di Kabupaten Pelalawan, tambah dia, sudah memasuki hari keempat. Pemadaman dilakukan tim gabungan dari kepolisian, TNI, Manggala Agni, BPBD dan masyarakat. 

“Pemadaman api melalui tim darat dan juga dibantu water bombing,” ujar Ismail. Selain di Kabupaten Pelalawan, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Manggala Agni, kepolisian dan masyarakat berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan.(kpc)