Syamsuar Tunaikan Janji Kampanye

Dana Desa Ditambah Rp200 Juta


riaupotenza.com
Gubri H Syamsuar menerima penghargaan dari Mendagri saat menghadiri upacara HUT ke-100 Damkar, HUT ke-69 Satpol PP dan HUT ke-57 Satlinmas di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Rabu (6/3).

PEKANBARU (RPZ) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menambah dan menyalurkan bantuan dana desa sebesar Rp200 juta. Dana ini dianggarkan melalui APBD Perubahan 2019.

Hal itu dikatakan Gubernur Riau Syamsuar dihadapan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo saat rapat kerja (Raker) bersama Bupati dan Wali Kota, Camat, Lurah serta Badan Permusyawaratan Desa dan ribuan kepala desa dan lurah se-Provinsi Riau di Hotel Labersa, Rabu (6/3/2019). 

Menurutnya, penambahan dana desa itu, sesuai janji kampanye saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau bersama Edy Natar Nasution.

“Bantuan tambahan dana desa Rp200 juta ini merupakan janji saya dengan Edy Natar Nasution saat kampanye. Tentu ini satu per satu akan kami penuhi,” kata Syamsuar yang disambut tepuk tangan ribuan peserta rapat kerja. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, tahun ini kelurahan di Riau mendapat bantuan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp99 miliar untuk 268 kelurahan.

“Dana itu disalurkan untuk kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar mantan Bupati Siak dua periode ini. 

Sedangkan, sebut Syamsuar, tahun ini dana desa dari APBN ke Provinsi Riau sebesar Rp1.436.685.874.000, yang akan diterima sebanyak 1.591 desa dari 10 kabupaten. 

“Kalau besaran dana desa yang diterima Riau dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 dari APBN sebesar Rp5.412.889.333.000,” bebernya. 

Menurutnya Pemprov Riau memiliki komitmen yang tegas tentang pemanfaatan dana desa yang efektif, efisien, transparan dan bertanggungjawab.

“Kami terus mendorong dan mendukung setiap kebijakan penguatan pengawasan dana desa yang terus diupayakan oleh Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi sebagai leading sector program dana desa,” tukasnya. 

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo sangat mengapresiasi langkah Gubernur Riau yang menepati janjinya saat kampanye, dan pihaknya siap mendukung kebijakan itu. 

“Itu janji politik beliau (Gubernur Riau), itu yang akan diwujudkan. Nanti di APBD perubahan pasti kami akan setuju karena janji beliau sudah disampaikan dana desa bisa ditambah Rp200 juta, itu jumlah yang cukup besar,” kata Mendagri.

Menurutnya apapun kebijakan yang memberdayakan desa Kemendagri sangat mendukung. Yang penting dalam penggunaannya harus hati-hati. 

“Apalagi bantuan desa dari Presiden Jokowi hampir Rp1 miliar, Gubernur Riau Rp200 juta dan bupati/walikota sama, tentu pengawasan harus dilakukan secara terpadu. Tadi saya ingatkan agar penggunaan anggaran kepala desa untuk berhati-hati,” tukasnya.

Bantuan ini disambut baik oleh kepala desa serta Pemkab Siak. Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Siak, L Budhi Yuwono berharap bantuan dana desa tersebut berpengaruh signifikan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di kampung-kampung se-Kabupaten Siak. 

“Terimakasih bapak Gubernur atas perhatiannya kepada masyarakat di desa atau kampung-kampung. Pemkab Siak menghimbau para Penghulu agar bertindak cermat dalam pemanfaatannya,” kata Budhi Yuwono usai menghadiri Rapat Kerja Gubernur Riau bersama Bupati Walikota, Camat, Lurah, Kepala Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa se-Provinsi Riau di Labersa Hotel Kampar, Rabu siang (6/3).

Lebih jauh Budhi menjelaskan bantuan dana desa dimaksud hendaknya direncanakan sebaik mungkin dengan mempertimbangkan berbagai aspek dalam realisasinya. 

“Kemungkinan dari segi waktu realisasi anggaran serta pola pemanfaatan menggerakkan ekonomi desa untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dipertimbangkan,” kata Budhi didampingi Kadis DPMK Kabupaten Siak Yurnalis. 

Kata dia saat ini besaran Anggaran Dana Desa di Kabupaten Siak berkisar antara 1,5 - 1,8 miliar pertahun, yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi maupun kabupaten. 

Budhi juga menjelaskan selain soal bantuan dana desa, Mendagri Tjahjo Kumolo dan gubernur Riau H. Syamsuar yang menjadi pembicara dalam rapat kerja tersebut juga mengulas sejumlah isu pokok, di antaranya upaya mempertahankan situasi kondusif dari potensi gangguan kamtibmas jelang pelaksanaan pemilu April 2019 mendatang.

“Bapak Mendagri dan Pak Gubernur tadi meminta kepala daerah hingga camat lurah dan kepala desa agar terlibat aktif memelihara kondisi aman damai jelang pemilu, serta menghimbau agar tidak terpancing isu hoax dan ikut-ikutan menyebar ujaran kebencian,” ungkapnya. (jun)