Kagum, Semua Sayang Dia


riaupotenza.com
Oleh : Khairul Amri GM Pekanbaru Pos Group/Bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

SEPERTI Saya tulis pada kolom yang lalu: kalau sudah suka dan senang dengan suatu tempat, pasti inginnya datang lagi ke tempat itu. Benar sekali. Selang 4 hari, saya tiba lagi di Surabaya. Kota pahlawan itu, saat ini, benar-benar memikat hati. Karena sudah jauh berubah, nyaman dan semakin menawan.

Kedatangan kali kedua ini, saya berkesempatan untuk melihat dan merasakan banyak hal. Selain banyak tempat bisa saya kunjungi, sejumlah pengalaman baru pun bisa saya rasakan langsung. Sangat hebat perubahan kota Surabaya selama delapan tahun terakhir. Terutama sejak dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini.

Ini kesempatan dan kali pertama saya berjumpa, juga berjabat tangan langsung dengan Ibu Risma. Saat menyambut tamu yang hadir di rumah dinas Wali Kota Surabaya. Dari dekat saya melihat wajahnya. Sepintas terlihat kalau sosok Ibu Risma, adalah orang yang sederhana. Malam itu, dia tampil sangat bersahaja. Senyum khas-nya nampak sumringah, kepada semua tamu yang hadir.

Begitu sederhana sosok itu. Tapi, siapa menyangka, tangan perempuan murah senyum dan ramah menyapa inilah yang sudah mengubah wajah Kota Surabaya. Sejak dipimpin Wako Risma, kota pahlawan ini seperti disulap menjadi indah dan nyaman. Padahal, yang saya tahu, Ibu Risma awalnya hanya PNS. Kepala Dinas Pertamanan Kota Surabaya. Eh, begitu diberi amanah jadi wali kota malah bikin semua takjub.

Dimana-mana, hampir semua sudut kota hijau karena taman yang rindang. Trotoar/pedestriannya dibangun bagus dan lebar-lebar. Arus lalu lintasnya lancar. Meski padat. Fasilitas umum ditata dan dibangun sesuai kebutuhan. Semua nampak terencana dan tersusun bagus. Surabaya jadi indah di siang hari. Namun, jika keluar di malam hari, justru terlihat lebih indah pula, dengan gemerlap lampu berwarna-warni.

Waduh. Hampir terlewatkan. Cerita saya sebelum sampai di kediaman Wako Surabaya. Rombongan kami, kebetulan ada Pak Dahlan Iskan ikut bersama. Dapat kesempatan untuk menyusuri Kali Mas. Sungai yang muaranya langsung ke laut ini, dulunya sangat tak layak disusuri. Apalagi jadi salah satu destinasi wisata. Tapi sekarang, Kali Mas sangat menawan. Menaiki perahu mesin, saya seperti merasakan naik 'Melaka River Cruise' yang ada di Sungai Melaka sana. Bedanya, Kali Mas lebih lebar, ketimbang Sungai Melaka.

Rombongan kami naik perahu di pelabuhan terapung, persis di seberang gedung Mal Pelayanan Publik (MPP), Siola, Surabaya. Berfantasi di sepanjang sungai, nampak semua rombongan merasa senang. "Menyusuri Kali Mas, wueenak tenan," teriak salah seorang peserta yang ikut naik perahu. Dan, sekitar 15 menit, rombongan tiba di pelabuhan akhir. Taman Prestasi. Malam pun menjelang. Semua rombongan naik ke darat, selanjutnya naik bus pariwisata menuju kediaman Wako. Wah, saya lihat: ternyata benar-benar indah Surabaya di malam hari.

Melihat Surabaya yang sudah jauh berubah, bukan hanya cerita saya dan para rombongan yang hadir malam itu di kediaman Wako Risma. Warga kota ini pun merasakan hal yang sama. Dan, semua orang yang kebetulan saya temui selama berada di kota ini, bercerita: sejak Ibu Risma, Surabaya berubah seperti sekarang. Sesuatu yang sebelumnya dirasa tak mungkin dilakukan, bagi Ibu Risma, hal itu selalu mungkin dan diselesaikan dengan baik.

Salah seorang supir taksi online yang saya ajak ngobrol, mengaku, senang dan bangga punya Wali Kota seperti Ibu Risma. Kata dia: dulu kota Surabaya tak menyenangkan. Macet. Banyak polusi. Fasilitas umum minim dan kurang terawat. Jangankan taman-taman yang sekarang banyak dan terawat, jalur hijau saja tak tertata bagus. Jadi, apa yang dikerjakan Ibu Risma hari ini, lewat tangannya (baca: kekuasaan) dan didukung oleh seluruh warga Surabaya sudah mengubah wajah kota itu hampir secara menyeluruh.

Waktu singgah di Masjid Sunan Ampel, saya ngobrol lagi dengan pemilik warung soto. Warungnya tak jauh dari gerbang utama masjid. Kata dia: Ibu Risma itu disenangi sama warga Surabaya. Tapi, bikin pegawai dan para PNS Pemkot Surabaya ini pada gak tidur. Kerja saja tiap hari. Jangan coba-coba gak bener, pasti kena marah sama Ibu Risma. Tapi, ya pegawai-pegawai ini dibikin senang dan sejahtera. intinya, kerja pegawai itu banyak tapi dapat kesejahteraan setimpal pula. Pokoknya kata dia, Ibu Risma nyenenginlah. Bangga dan suka punya Wako seperti Ibu Risma.

Lalu saya tanya: kalau nanti periodesasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berakhir, siapa kira-kira penggantinya? Agar kota ini tak kembali kumuh. Agar kota ini tetap nyaman dan menawan seperti ini.

Soal yang satu ini, bukan saja warga yang saya temui pada bingung menjawabnya. Pak Dahlan Iskan pun dibuat pusing menjelaskannya. Kata Pak Dahlan, saat tampil pada malam welcome dinner itu, paling tidak pengganti Ibu Risma ini harus punya komitmen hebat seperti dia. Bisa menjaga yang sudah dibangun dan ditata seperti sekarang saja, itu sudah bagus. Nah, kalau jawaban warga: bingung jawabnya. Kalau ada yang mau kerja seperti Ibu Risma pasti kami pilih. Gitu saja. Sudah.

Alangkah tenang dan senangnya warga, di kota atau kabupaten mana saja punya pemimpin yang mau bekerja dengan hati dan sepenuh hati. Saya kagum, Ibu Risma begitu disayang warga Surabaya. Dari yang kecil, remaja, dewasa sampai tua, mereka menyayangi Ibu Wako.

Ibu Risma, pun sampai gak tinggal di rumah dinas, kediaman wali kota. Dia lebih memilih menetap di rumahnya, di kampung, di sudut kota Surabaya. Tujuannya agar bisa langsung berinteraksi dengan warganya. Bisa kapan saja turun buat ngontrol kerja bawahannya dan bisa lihat secara langsung kondisi masyarakatnya. Hebat dan luar biasa ini, Ibu wali kota.

Pekanbaru kapan bisa seperti Surabaya? Atau daerah di Riau, apa bisa seperti ini? Menurut saya, kapan saja bisa. Malah Pekanbaru dan kabupaten/kota di Riau bisa lebih hebat dari Surabaya. Apalagi, kota kita tidak seluas kota pahlawan itu. Tinggal bagaimana kesungguhan pemerintah daerah menata dan membangun.

Termasuk memelihara apa saja yang sudah dibangun. Warga kota atau kabupaten dengan sendirinya akan mengikut. Karena kalau suatu daerah sudah bersih. Kalau kota indah dan nyaman, tak kan ada warga yang berani berbuat tak baik. Kota Pekanbaru dan daerah lain di Riau, semua pasti bisa. **