Woowww, Ada Miras Oplosan Beromzet Miliaran di Pekanbaru


riaupotenza.com
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto saat menginterogasi salah satu tersangka home industri Miras oplosan.

PEKANBARU (RPZ) - Tim Opsnal Polsek Limapuluh berhasil mengungkap home industri minuman keras (Miras) beromzet miliaran rupiah di Pekanbaru. Dari pengungkapan kasus ini, sebanyak enam pelaku diamankan.

''Enam orang pelaku yang diamankan berinisial AS, M, T, SH, RW dan May. Masing-masing pelaku mempunyai peran,'' Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto didampingi Kapolsek Limapuluh Kompol Angga F Herlambang, Kanit Reskrim, Iptu Abdul Halim dan  pemuka masyarakat setempat dalam konferensi persnya, Senin (14/1/2019).

Para pelaku diamankan di rumah kontrakan, Jalan Bunga Raya Nomor 4, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Sabtu (12/1/2019) siang. Polisi mengintai pelaku, kurang lebih tiga bulan belakangan ini.

Saat dilakukan penggerebekan, petugas mengamankan AS, M, SH, T dan RW ketika sedang bekerja memproduksi miras. Mulai dari proses pencampuran air, alkohol, pewangi, hingga mengkemasnya menjadi sebotol miras dengan label merknya.

“Sedangkan tersangka May ditangkap setelah dilakukan pengembangan di sebuah gudang yang berada di Jalan Bypass Chevron, Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai Pesisir,” sebut Kapolresta.

Dalam pengungkapan itu, sebanyak belasan ribu botol miras diamankan sebagai barang bukti. Alat-alat untuk memproduksi hingga bahan-bahannya juga ikut diamankan.

“Totalnya ada 14.659 botol miras siap edar yang diamankan. Barang bukti lainnya yang diamankan seperti puluhan ribu botol kosong, tabung filter air FRP besar, dua tabung filter air portable kecil dan dua tanki air yang berisikan bahan miras. Lalu ada juga dua mesin press tutup botol, satu pompa sedot alkohol, serta stempelan dan bantalan untuk label botol dan puluhan ribu tutup botol dan label mirasnya,” terangnya.

Tak hanya itu, tujuh bungkus gula pasir, masing-masing 1 Kg dan 1 drum alkohol kadar 94 persen juga turut disita. ‘’Bahan pembuatan miras lainnya, yakni seperti cairan aroma, pewarna dan perasa,” sambungnya lagi.

Dalam proses pembuatan miras itu, jelas Kapolresta, tersangka AS, M, SH, T dan RW diketahui belajar secara otodidak. Dimana, cara membuatnya dipelajari dari sebuah media sosial, yakni Youtube.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dalam Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf d dan f Jo Pasal 55 ayat (1) dan atau Pasal 56 KUHPidana tentang pelaku usaha dilarang memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang.

Selain itu juga dijerat Undang-undang RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan Pasal 140 Jo Pasal 91 Jo Pasal 55 ayat (1) dan atau Pasal 56 KUHPidana tentang setiap orang yang memproduksi dan memperdagangkan pangan yang dengan sengaja tidak memenuhi standar keamanan pangan, terhadap para tersangka. Ancaman pidana paling lama lima tahun penjara. rpz