Enam Muda Mudi Terjaring Pekat


riaupotenza.com
Kabid Ops Tibum dan Tranmas Sofyan SH MH didampingi Kasi Penertiban Zulherman SSos dan Kasi Pamwal Rospandi serta Ketua RT Muslim saat menggrebek tempat kos yang diduga dijadikan tempat maksiat.

PANGKALANKERINCI (RPZ) - Tanpa ada ikatan keluarga. Apalagi surat nikah 6 muda mudi yang terdiri dari 2 wanita dan 4 pria yang berada di kos-kosan terpaksa diamankan Satpol PP dan Damkar Pelalawan. Mereka digelandang ke penyidik PPNS Satpol PP dan Damkar karena melanggar Perda tentang Penyakit Masyarakat (Pekat). 

Muda-mudi yang digrebek di sebuah kontrakan oleh personil Satpol PP dan Damkar Pelalawan serta Ketua RT dan warga setempat persisnya di Jalan Pemda dekat Gang Melati Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, sekitar pukul 11.30 WIB. ''Personil Satpol PP Damkar Pelalawan  menertibkan muda mudi yang berada di dalam satu kontrakan tanpa ada ikatan pernikahan,'' jelas Kasatpol PP dan Damkar Pelalawan, H Abu Bakar FE SSos MAP melalui Kabid Ops Tibum dan Tranmas Sofyan SH MH didampingi Kasi Penertiban Zulherman, S.Sos dan Kasi Pamwal Rospandi, Jumat (11/1/2019).

Dikatakan, sekitar pukul 11.30 WIB siang personil Satpola PP dan Damkar Pelalawan menindak lanjuti laporan warga Jalan Pemda mendatangi salah satu rumah kontrakan yang dihuni oleh 2 wanita inisial IDR dan ZW. Saat didatangi, tak hanya 2 wanita tapi ditemukan juga 4 pria yang lagi bertamu inisial K, RD, J, RP. 
     
Sofyan menjelaskan digrebek tempat kos tersebut berawal dari laporan warga dan bekerjasama dengan anggota Intel Satpol PP. ''Kita dapat informasi bahwa telah terjadi pelanggaran Perda disana yaitu Perda Nomor 06 tahun 2011 tentang penyakit masyarakat,'' ungkapnya sambil menyebutkan isi pasal 6 ayat 2 yang berbunyi setiap laki-laki atau perempuan berpasangan atau kelompok dilarang berada pada tempat yang tidak patut menurut norma agama atau adat dalam satu rumah tanpa ada ikatan pernikahan sehingga membuka peluang untuk terjadinya perbuatan maksiat.
     
Ditambahkan, wanita dan pria tanpa hubungan resmi yang diamankan tersebut oleh penyidik satpol (PPNS) untuk menghadirkan orang tua atau walinya untuk menjemput ke Mako Satpol PP dan Damkar di Kompleks Perkantoran Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci. 
     
Masih menurut Kabid Ops Tibum dan Tranmas, seperti dilaporkan  warga sekitar mereka sudah hampir satu bulan menempati rumah kontrakan itu dan sudah meresah warga karena di rumah kontrakan sering dijumpai tamu laki-laki tanpa ikatan pernikahan dan muda mudi tersebut sampai saat ini belum juga melapor dan permisi kepada RT setempat. amr