Nenek Terlantar di Pelalawan Ini Terharu Dapat Bantuan Pemda


riaupotenza.com
Nenek Rosna ketika dikunjungi pihak Diskessos Pelalawan dan Ketua Komisi I DPRD Pelalawan dan perangkat desa saat penyerahan bantuan.

BANDARPETALANGAN (RPZ) - Setelah sempat dipublis kepedihan yang dilakoni keseharian janda 79 tahun, Rosna warga Desa Angkasa Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan mulai mendapat perhatian. Selain warga setempat, Pemkab Pelalawan pun mulai mendistribusikan bantuan untuk nenek renta yang tinggal di pondok reyot sang nenek.

Pemkab melalui Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pelalawan yang dipimpin Sekretaris Dra Srinoralita, MM bergerak ke gubuk nenek Rosna di Jalan Batas Desa RT 07 RW 04 Puncak Desa Angkasa Kecamatan Bandar Petalangan, Kamis (10/1/2019). ‘’Adapun bantuan yang diberikan berupa sembako dan peralatan rumah tangga,’’ kata Sekretaris Diskessos Kabupaten Pelalawan. 

Dikatakan Srinoralita  yang saat penyerahan bantuan didampingi Ketua Komisi I DPRD Pelalawan Eka Putra, S.Sos, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bandar Petalangan Mustar Naini, Kepala Desa Angkasa Rudi Suprianto, S.IP, bantuan yang diberikan kepada kepada lansia terlantar  untuk mewujudkan tujuan dari Pemkab Pelalawan untuk mengentaskan kemiskinan.

Saat penyerahan bantuan, sang nenek yang seakan luput dari kehidupan normal ini tidak bisa membendung air matanya. Nenek janda yang tak bisa berjalan dan hanya menggunakan karung plastic untuk menghela tubuhnya yang sudah lemah ini menangis bahagia ternyata masih ada yang memperhatikan dirinya.

“Bu mohon maaf ada sedikit sembako ini untuk ibu semoga bermanfaat buat ibu,” tutur Dra Srinoralita MM saat menyerahkan sembako tersebut.

Kendati sudah sepuh nenek Rosna masih mampu berujar. ‘’Terima kasih banyak bu dan pak anggota DPRD Pelalawan yang telah memberikan bantuan semoga Allah Subhanahuwataala membalas kebaikan ibu dan bapak semua,’’ ucap ibu Rosna sambil kembali tersenyum.

Nenek Rosna yang sebelumnya diwartakan berusia 70 ternyata sudah berusia 79 tahun. Sejak wafatnya suaminya, nenek yang tidak memiliki keturunan ini hidup sebatang kara. Seiring usianya semakin senja nenek Rosna mengalami kelumpuhan. Dia tak lagi bisa berjalan. Sementara berbagai keperluan harus dijalan sendiri. Meski terkadang bantuan dari warga setempat tetap ada untuk dirinya.

Karena lumpuh dan tak berdaya berdiri. Nenek Rosna terpaksa menggunakan kantong plastik sebagai untuk memindahkan dirinya dalam berbagai aktivitas. Kini nenek renta masih tinggal di gubuk reyotnya. amr