Jalan Lintas Lipat Kain Rusak Parah, Sudah Tiga Korban Meninggal Dunia


riaupotenza.com
Begini kondisi Jalan Lintas Lipat Kain-Desa Muara Lembu rusak parah. Sudah banyak warga jadi korban masuk lubang bahkan meninggal dunia.

KAMPAR (RPZ) - Warga Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar mengeluhkan kondisi Jalan lintas Lipat Kain menuju Kuansing. Pasalnya, kondisi jalan sangat buruk, berlubang dan sudah banyak makan korban. 

Seperti yang dituturkan warga Lipat Kain, Zulkifli, Ahas (6/1/2019). Dijelaskannya, dalam beberapa bulan terakhir, sudah banyak warga yang melintas mengalami kecelakaan. "Kalau yang kecelakaan motor tak terhitung. Mobil juga ada yang bersenggolan. Mereka sama-sama mau mengelak lubang jalan," kata Zulkifli. 

Tidak hanya kecelakaan biasanya, akibat lubang menganga di jalan, sudah 3 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan. "Terakhir ada ibu-ibu yang meninggal di tempat," akunya. 

Diceritakannya, kondisi jalan berlubang tersebut dari Lipat Kain hingga ke Desa Muara Lembu, perbatasan Kabupaten Kuansing. Padahal jalan tersebut baru diperbaiki sekitar pertengahan tahun 2018 lalu. Namun, karena buruknya pengerjaan oleh kontraktor pelaksana, jalan tersebut banyak berlubang lagi. Masyarakat sudah banyak mengeluh, tapi tidak tahu harus mengadu kemana.

"Kita juga sudah sharring ke Pak Kades Lipat Kain Ocu Aan. Dia mengaku tidak tahu apa-apa, bahkan tidak ada laporan sama sekali dari kontraktornya. Panjang jalan yang berlubang itu lebih dari 20 KM," papar Zulkifli.

Hal yang sama juga dituturkan Kades Muara Lembu, Kabupaten Kuansing, Ridho. Saat dihubungi, Ridho mengaku, mulai dari pengerjaan hingga jalan yang ditambal sulam kini rusak, dirinya tidak tahu siapa kontraktor yang mengerjakan.

"Kami di sini sudah resah, karena sangat berbahaya. Apalagi malam hari, sangat berbahaya. Kalau tidak salah, sudah ada warga yang tabrakan hingga meninggal dunia," paparnya.

Karena kondisi ini, warga Lipat Kain dan Muara Lembu meminta, agar pemerintah melalui kontraktor pelaksananya, untuk segera memperbaikinya. Jika tidak, akan bertambah lagi jumlah korban yang kecelakaan.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Noviwaldy Djusman menegaskan, bahwa status jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat (jalan negara). Perbaikannya menggunakan dana APBN, melalui Balai Kementerian yang ada di Provinsi Riau.

"Kita minta kawan-kawan DPR RI untuk menindaklanjuti persoalan ini. Karena ini merupakan jalan negera. Balai Jalan yang berwenang untuk memperbaikinya. Ini jangan anggap sepele," pintanya. 

Sementara itu, anggota DPR RI Dapil Riau I Sayyed Abu Bakar Assegaf meminta agar masyarakat serta perangkat daerah seperti RT, RW dan Kades segera membuat laporan terkait kondisi jalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Riau, Kementrian PUPR, agar nanti dapat dipertanyakan langsung kepada Kementerian PUPR.

"Kondisi ini tidak dapat dibiarkan, jalan baru selesai dibangun kenapa sudah rusak begini, tentu ada yang salah dalam proses pengerjaannya. Saya minta kepada masyarakat dapat berperan aktif untuk membuat laporan dan saya akan berada didepan untuk memperjuangkannya. Karena apapun ceritanya ini merupakan tanggungjawab saya sebagai wakil rakyat yang ditunjuk oleh masyarakat sebagai jembatan aspirasi mereka," jelas Sayed politisi Demokrat ini.

Disambungnya, jika nantinya laporan ini tidak diterima atau tidak ditanggapi oleh Kementerian PUPR, maka saya langsung yang akan mendatanginya dan mempertanyakan sejauh mana proses pekerjaan proyek tersebut dan juga pengawasan yang dilakukan. "Mereka tidak bisa semena mena terhadap penggunaan dana APBN ini, semuanya harus jelas dan terukur, jika baru beberapa bulan saja selesai dibangun dan saat ini sudah rusak lagi, maka kita bisa laporkan juga kontraktornya ke aparat hukum," tutur Sayed yang kini duduk di komisi 7 DPR RI ini. yan