Ini Curahan Hati ASN Rohil Mantan Napi Korupsi


riaupotenza.com
Ilusttasi. Net

BAGANSIAPIAPI (RPZ) - Bupati Rokan Hilir H.Suyatno akan menggelar peretemuan bersama eks Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung kasus korupsi. Pertemuan ini berdasafkan surat undangan yang dikeluarkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Rohil.

Pertemuan akan digelar diruang kerja Bupati di Kantor Bupati sebelas lantai di Areal Perkantoran Batu Enam. Namun salah satu ASN yang diundang memastikan tidak bisa menghadiri. "Undangan Jumat sampai kerumah tapi saya sampaikan dengan orang BKPSDM bahwa saya tidak hadir karena akan menghadiri sidang di Mahkamah Konstitusi," kata Suhermanto, Sabtu (5/1/2019) di Bagansiapiapi.

Ia mengatakan dari 12 Kabupaten dan Kota terdapat 5 Kabupaten yang sudah mengeluarkan surat pemberhentian kepada Eks ASN yang tersandung kasua korupsi. Bahkan awalnya sama yakni diundang bertemu Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawain kemudian diberikan surat pemberhentian.

"Saya berharap hal yang sama tak terjadi karena kita masih sedang berjuang di MK dan dan di PTUN. Kita juga tahu masih banyak daerah yang tetap menunggu keputusan MK agar semuanya bisa jelas dan tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari," katanya.  Namun ia sangat bersukur sampai saat ini Pemkab Rohil juga menunjukkan komitmennya untuk menunggu keputusan MK dan berharap tidak ada perubahan.

Suhermanto yang sempat tersandung dalam kasus Rekening Gendut mantan Kepala Bappeda Rohil Wan Amir Firdaus ini salah satu ASN yang bukan pelaku utama dan korban pimpinan. Perannya hanyalah sebagi penyetor uang ke rekening Wan Amir. Hanya saja ia tetap dijatuhi hukuman selama 1,4 tahun dan diputuskan tidak menikmati uang negara sepeserpun.

Kini ia dan ribuan ASN se Indonesia tengah berjuang dan akan didapati keputusan hingga akhir Januari atau paling lama akhir Januari 2019. "Kalau keputusan MK sudah keluar kami alan pasrah jika memang harus diberhentikan, saat ini kami hanya meminta waktu. Kalau yudisial review kami diterima dan ASN terlanjur diberhentikan maka akan ada gugatan perdata nantinya kepada Bupati. jadi untuk menghindari hal itu alangkah baiknya kita menunggu," jelasnya.

Agenda sidang MK Senin 7 Januari akan mendengatkan keterangan saksi ahli dari praktisi hukum dan hanya tersisa beberapa sidang lagi untuk hakim MK memutuskan apakah gugatan diterima atau ditolak. "Semoga hati pak Bupati bertahan menunggu hasil MK, dan juga tentunya bisa melihat pertimbangan lain misalnya seperti Justice Collaborator dari Kejaksaan yang dimiliki oleh beberapa dari kami," tandasnya. rpz/der