Ponpes dan Kebun Terendam, Warga Tuding PT MAL Aktornya


riaupotenza.com
Beginilah alur kanal perusahaan dan kondisi Ponpes Najwa Riau Jalan Lintas Bono Desa Petodaan Kecamatan Teluk Meranti yang terendam lebih dua pekan.

TELUKMERANTI (RPZ) - Hampir dua pekan kegiatan belajar mengajar di Pondok Psantrean Najwa Riau libur total. Ponpes di Desa Petodaan Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan ini terendam banjir. Hampir semua fasilitas pondok terendam. Para santri pun diliburkan. 

Tak hanya Ponpes yang didirikan mantan Bupati Pelalawan H Rustam Effendi MA yang berada di jalur Jalan Lintas Bono yang terdampak banjir. Kebun karet masyarakat juga banyak yang terdampak. 

''Sudah pekan lebih Ponpes Najwa Riau di Jalan Lintas Bono tak ada aktivitas. Bagaimana mau belajar, sekolah terendam banjir,'' kata Ruslan Abbas warga setempat, Kamis (6/12/2018).

''Tak hanya pondok pesantren, rumah warga bahkan kebun-kebun warga juga banyak terendam,'' imbuh Ruslan sambil menyebutkan selain curah hujan yang tinggi hingga berdampak meluapnya air Sungai Kampar juga disebabkan faktor lain. 

''Faktor lainnya adalah PT Mekar Alam Lestari (PT MAL) yang membuang air kanalnya ke kanal warga dan ke Sungai Kampar,'' kata Ruslan menyebut penyebab banjir parah yang sering terjadi di kawasan setelah dibangunnya kanal-kanal perusahaan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan. 

''Malah saya sebut bukan karena air Sungai Kampar sama sekali tidak. Itu adalah limpahan air kanal yang di buang ke kanal  Jalan Lintas Bono. Memang itu memang karena ulah perusahaan,'' beber Ruslan Abbas. 

''Setiap tahun bila curah hujan tinggi. Tapi di daerah perusahaan itu saja yang kena banjir tenpat lain tidak. Jadi, alasan apalagi kalau bukan perusahaan sebagai aktornya,'' ungkapnya sembari menyebutkan perusahaan memang nakal karena tidak memperhatikan dampak lingkungan. 

Terpisah Pengurus Jaringan Gambut Riau Miswanto memaparkan berdasarkan analisa yang dilakukan, penyebab banjir yang melanda sejumlah desa di sekitar perusahaan di Teluk Meranti memang disebabkan air kiriman dari ataa kampung. 

''Kalau masyarakat menuding tidak juga tapi hanya aku secara pribadi karena aku yang menganalisis tentang dampak lingkungan memang curah hujan juga tinggi cuma yang di sayangkan PT MAL tidak koperaktif dalam menjalankan bisnisnya. Dampaknya seperti air yang di buang ke Sungai Kampar sementara di tepian Sungai Kampar adalah pemukiman masyarakat,'' jelasnya. 

Begitu juga banjir yang meredam Ponpes Najwa Riau. Pesantren Najwa Riau Desa Petodaan Jalan Lintas Bono itu kiriman air dari atas PT MAL. Memang Sungai Kampar air besar juga tapi karna curah hujan yang tinggi makanya PT MAL membuang air ke bawah.

Lebih lanjut, Wanto menambahkan di titik yang putus sekarang memang jalur tempat perusahan membuang air. ''Satu titik lagi tepatnya di kanal Tengku Pad (nama sebutan oleh masyarakat) juga tempat pembuangan air dari perusahaan lain yakni PT RMP,'' ujarnya sambil menyebutkan dampak banjir juga mendera warga Kuala Panduk. 

''Di Dua Kuala Panduk kebun karet masyarakat yang terendam. Iya itu tadi karena perusahaan banyak membuat kanal pembuang air. Kalau dulu kanal itu baik induk maupun cacing setahu saya belum punya izin. Tapi tidak tahu sekarang,'' pungkasnya. Sampai saat ini pihak perusahaan belum berhasil dikonfirmasi. amr