Desak Jaksa Usut Tuntas

Ampu Laporkan Sejumlah Penyimpangan Proyek di Unri ke Kejari


riaupotenza.com
Mahasiswa yanh tergambung dalam Ampu saat melakukan aksi unjuk rasa di Kejari Pekanbaru, Kamis (6/12/2018).

PEKANBARU (RPZ) - Sekitar dua puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unri (AMPU) melakukan aksi demo ke Kejari Pekanbaru, Jalan Sudirman, Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam aksi itu mahasiswa mendesak pihak kejaksaan untuk mengusut sejumlah proyek di Kampus Unri yang diduga menyimpang.

Aksi massa yang dikoordinator oleh Fadel Islami ini dalam orasinya menyebutkan sejumlah oknum pejabat di Unri diduga terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi. Korupsi itu terkait sejumlah dugaan penyimpangan ptoyek yang ada di lingkungan kampus.

Beberapa puluh menit melakukan orasi damai, akhirnya para pengunjuk rasa diterima Kasi Intel Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady SH. Selanjutnya, Fadel membacakan pernyataan sikap dihadapan Kasi Intel.

Ada enam item proyek yang diduga dikorupsi. Pertama, pembangunan Gedung B Rumah Sakit Unri senilai Rp50 miliar. Proyek ini dianggarkan dari anggaran 2015. Kedua, pengadaan alat labor terpasu senilai Rp50 miliar, namun batal dilelang.

Ketiga, pemiliharaan Waduk Praktikum Faperika Unri tahun anggaran 2018 sebesar Rp1 miliar. Proyek diduga tak selesai, bahkan sudah roboh dan diduga  merugikan negara Rp227 juta. Keempat, pembangunan Gedung House Musik tahun anggaran 2018 senilai Rp380 juta. Gedung tak selesai, dan dari temuan BPK menimbulkan kerugian negara sebesar Rp221 juta.

Kelima, proyek renovasi gedunh pasca Fisip Unri dan keenam, dugaan plagiat karya tulis ilmiah Syafriharto, Dekan Fisip Unri ynh dimuat di bahasa mahasiswa (LPM). ''Kami minta aparat kejaksaan untuk mengusut tuntas laporan kami. Jika tuntutan kami tak dipenuhi, kami akan melakukan aksi demontrasi dengan massa yang lebih besar lagi,'' teriak massa dihadapan sejumlah pegawai kejaksaan.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady SH dihadapan para pengunjuk rasa mengatakan, laporan mahasiswa diterima dan akan dipelajari. ''Secepatnya akan kami tindak lanjuti,'' kata Fuady. jun