Honorer Tenaga Kependidikan Galau, Ini Penyebabnya


riaupotenza.com

UKUI (RPZ) - Jika banyak diantara guru honorer senyum sumringah, karena akan diangkat menjadikan CPNS. Tapi tidak bagi tenaga kependidikan. Mereka seperti KTU, penjaga sekolah dan lainnya justru sedang galau. Kendati mengabdi sejak bertahun-tahun tapi nasib belum jelas dan terancam dipangkas. 

''Ditengah hiruk pikuknya masalah pemgangkatan CPNS di seluruh nusantara mulai dari Aceh sampai ke Papua masalah honorer K2 sudah mulai ada titik terangnya. Dan sebagian sudah banyak yang ikut tes. Tentu kawan-kawan honorer K2 besar peluangnya,'' kata salah satu honorer TU di salah satu sekolah di Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau Kamis (6/12/2018).

Informasi ini, sambung Rudi sangat mengembirakan bagi guru-guru honorer yang di Indonesia. ''Tapi satu sisi mengapa pemerintah tidak pernah memberikan sinyal untuk tenaga kependidikan seperti kepala TU dan staf apa lagi penjaga sekolah yang luput dari perhatian pemerimtah pusat,'' ungkapnya galau. 

Padahal, porsi kerja dalam menunjang pendidikan terutama administrasi di sekokah, tenaga kependidikan juga besar perannya. ''Alhamdulillah, untung sekarang masih ada perhatian Pemkab  Pelalawan yang menggaji honorer yang mencapai 5000 orang lebih. Kalau tidak ada seperti apa nasib kami,'' kataRudi yang berpofesi sebagai penjaga sekolah yang sudah mengabdi capai puluhan tahun.   
  
''Kami berkerja mulai gaji dari Rp 200 ribu perbulan sampai saat ini masih aktif bekerja. Kami mohon kapada bapak Presiden Jokowi sebagai kepala negara untuk mengangkat tenaga kependidikan dan penjaga sekolah menjadi PNS sama hal seperti guru yang diberikan kesempatan untuk ikut sebagai CPNS,'' tuturnya berharap. 

Padahal sambung Rudi dan teman seprofesi sebagai tenaga kependidikan, tenaga kependidikan dan tenaga pendidik juga memiliki tanggungjawab yang besar. 

''Kami sangat berkecil hati dan merasa dianak tirikan oleh negara. Padahal, penjaga sekolah mulai dari Sd sampai ke SLTA. Tak hanya di Kecamatan Ukui saja bahkan Kabupaten Pelalawan dan Indonesia umumnya, kami punya tangung jawab yang sangat besar baik itu menjaga aset daerah maupun aset nasional. Mudah-mudahan dengan keluhan penjaga sekolah ini pak Jokowi melalui Menteri Pendidikan RI tergugah hatinya mengangkat tenaga kependidikan menjadi PNS,'' pungkasnya berharap. amr/rd