Pembangunan dan Perekonomian di Pelalawan Semakin Menggeliat


riaupotenza.com
Bupati HM Harris

SAAT ini, dibawah kepemimpinan Bupati HM Harris dan Wabup Drs H Zardewan MM serta didukung seluruh perangkatnya terus semakin maju. Kabupaten Pelalawan yang 10 tahun lalu masuk kategori salah satu kabupaten tertinggal di Indonesia kini sudah berhasil keluar dari predikat ketertinggalan tersebut.Menurut Bupati HM Harris, sebagaimana sering dikemukakannya bahwa upaya-upaya yang Pemkab lakukan untuk keluar dari ketertinggalan tersebut adalah pembenahan pada bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat, penyediaan sumber daya listrik, pembangunan infrastruktur perhubungan dan infrastruktur dasar lainnya serta perbaikan sumber perekonomian masyarakat.

Bupati HM Harris dan Wabup Drs H Zardewan MM

Selain itu, lanjut Bupati yang bergelar adat Datuk Setia Amanah ini, Pemkab Pelalawan juga terus berupaya mengoptimalkan potensi dan sumber daya daerah serta peningkatan daya saing yang lebih kompetitif. ‘’Inilah yang kemudian menjadi program strategis baik pada periode Pemerintahan 2011-2016 maupun periode Pemerintahan 2016-2021,’’ungkapnya sambil merinci Program Strategis dimaksud yakni; Pelalawan Sehat, Pelalawan Cerdas, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar, Pelalawan Makmur, Pelalawan Eksotis dan Pelalawan Inovatif.

 

Bupati HM Harris meninjau peternakan.

Terkait dengan Pengembangan Teknopark Pelalawan, lanjut Harris, Pemda Pelalawan terus meningkatan pembangunan sarana dan prasarana kawasan. Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) sebagai salah satu pilar utama dari kawasan Teknopolitan ini semakin memperlihatkan fungsi dan perannya.

    ST2P yang telah diresmikan langsung oleh  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Ibu Puan Maharani bersama dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Bapak Prof. Muhajir Effendy, tambah Bupati, disamping menjalankan proses belajar, mengajar dan penelitian, saat ini ST2P sudah mulai melakukan inkubasi terhadap temuan teknologi yang ada di daerah ini.

 

Bupati HM Harris saat pekan Seni Budaya di Pangkalan Kerinci.

‘’Hal tersebut dilakukan dalam upaya komersialisasi hasil riset dan pengembangan Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). Pengembangan PPBT dan UMKM berbasis teknologi di Kabupaten Pelalawan merupakan target utama di dalam RPJMD 2016-2021,’’ungkapnya. Lebih rinci HM Harris menyebutkan, diantara bukti Kabupaten Pelalawan jauh lebih maju dari beberapa tahun sebelumnya, diantaranya dengan  laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pelalawan pada Tahun 2017 – 2018 sebesar 4,10 persen, ini meningkat sangat baik dari tahun sebelumnya yakni 2,96 persen, dan kondisi ini lebih baik dari rata-rata Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Riau sebesar 2,71 persen.   

    Selain itu Bupati mengatakan, jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Pelalawan semakin menurun. Dimana saat ini sebesar 10,25 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya yakni sebesar 10,78 persen. Tak hanya itu, tingkat Pengangguran Terbuka penduduk Kabupaten Pelalawan saat ini sebesar 3,55 persen menurun jauh dibanding tahun sebelumnya yakni sebesar 5,64 persen dan juga berada jauh di bawah rata-rata Tingkat Pengganguran Terbuka Provinsi Riau yakni 6,22 persen.

 

Bupati HM Harris bersama para Camat pada acara Bursa Inovasi Desa.

Meningkatnya ekonomi juga sambung Bupati HM Harris ditunjukkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pelalawan meningkat dari angka 69,82 menjadi 70,59 dan masuk kategori tinggi di Provinsi Riau. ‘’Tingginya IPM Kabupaten Pelalawan didukung oleh peningkatan kinerja indikator pembentuk,’’paparnya sambil menyebutkan indicator pembentuk antara lain usia harapan Hidup, terus meningkat dari 70,39 tahun 2016 menjadi 70,54 tahun pada tahun 2017, rata-rata Lama Sekolah tahun 2016 sebesar 8,18 naik menjadi 8,19 pada tahun 2017, angka harapan lama sekolah tahun 2016 sebesar 11, 68 naik menjadi 11,89 pada tahun 2017.

    ‘’ Pengeluaran per kapita riil penduduk Kabupaten Pelalawan terus mengalami peningkatan dari Rp. 11,641 Juta pada tahun 2016 menjadi Rp. 11,725 Juta pada tahun 2017,’’terangnya. Lebih lanjut, Bupati menekankan, pada sektor Pertanian Pelalawan semakin berhasil meningkatan produksi dan produktivitas padi, produksi dan produktivitas peternakan, perikanan dan perkebunan. ‘’Produktivitas padi saat ini sudah mencapai 5,20 ton per hektar dari sebelumnya 4,46 ton per hektar,’’ujarnya.

     Pada Bidang Pendidikan, Pemkab Pelalawan ujar Bupati terus melengkapi sarana dan prasarana pendidikan, baik itu pembangunan Ruang Kelas Baru, penambahan meubelur serta sarana pendukung lainnya, dan kita semakin berhasil memperbaiki mutu pembelajaran . Begitu pula pada Bidang Kesehatan. Pemkab Pelalawan akan terus berkomitmen mewujudkan masyarakat yang sehat menuju Pelalawan Emas. Buktinya,  di mana dari 14 Puskemas di Kabupaten Pelalawan ada 6 Puskesmas yang telah berhasil meraih sertifikat akreditasi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI. Ke enam Puskesmas tersebut yakni Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Ukui, Puskesmas rawat jalan Kecamatan Pangkalan Kerinci I, 13 Puskesmas Kecamatan Langgam, Puskesmas Kecamatan Pangkalan Lesung, Puskesmas Kecamatan Bunut dan Puskesmas Kecamatan Pangkalan Kuras 1.

     ‘’Dengan adanya kelulusan akreditasi 6  Puskesmas di Pelalawan ini, membuktikan bahwa Program Pelalawan Sehat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan baik itu jumlah, standar dan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Pelalawan telah diakui secara nasional. Ke depannya, ditargetkan seluruh puskesmas di Kabupaten Pelalawan akan memiliki akreditasi,’’ucap Harris berharap. 

Bangunan ST2P di Langgam.

Upaya penyehatan lingkungan semakin diintensifkan, lanjut Bupati. Terutama penguatan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan mendapatkan suntikan anggaran yang cukup besar, dari pemanfaatan dana bagi hasil reboisasi, sebagaimana petunjuk dan arahan 14 dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Atas upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan selama ini, Pemda Pelalawan masuk 12 besar Nominasi Penerima Nirwasita Tantra Award dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. ‘’Kabupaten Pelalawan merupakan satu-satunya Kabupaten yang masuk nominasi tersebut. Penghargaan Nirwasita Tantra Award diberikan oleh pemerintah Pusat kepada Kepala daerah yang dalam kepemimpinannya berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai dengan prinsip metologi pembangunan berkelanjutan,’’teran Bupati

    Bukti kemajuan lain di Kabupaten Pelalawan yakni pembangunan infrastruktur juga semakin lebih baik dengan keberhasilan mewujudkan pembangunan. Berbagai ruas jalan, jembatan, dermaga, prasarana air minum dan prasarana 15 listrik desa pada tahun 2017-2018 ini. Pembangunan prasarana jalan telah berhasil memberikan dampak yang signifikan terhadap kelancaran arus orang dan barang, serta menekan biaya transportasi di berbagai daerah di Kabupaten Pelalawan. Program Stretegis Pelalawan Terang menyumbangkan tingkat rasio elektrifikasi rumah tangga di Kabupaten Pelalawan saat ini sudah mencapai 84 persen meningkat dari tahun 2016-2017 yakni sebesar 80,87 persen.

 Pada Bidang Tata Kelola Pemerintahan berbagai kemajuan yang dicapai antara lain ; keberhasilan mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap akuntabilitas laporan keuangan Pemerintah Daerah yang pada tahun ini merupakan tahun ke 6 secara berturut turut kita memperoleh opini tersebut. Selain itu kita juga terus memperbaiki maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), 16 dimana Alhamdulillah pada tahun 2018 ini Nilai SPIP Kabupaten Pelalawan berada di Level 3 dan masuk Kategori Terbaik se Propinsi Riau.

  Selain itu, pada Sektor Pertanian yang merupakan turunan dari Program Pelalawan Makmur menurut Bupati semakin berhasil meningkatan produksi dan produktivitas padi, produksi dan produktivitas peternakan, perikanan dan perkebunan. Produktivitas padi saat ini sudah mencapai 5,20 ton per hektar dari sebelumnya 4,46 ton per hektar.

     Progam Unggulan Pelalawan Eksotis sambung Bupati, Pemkab terus melakukan pembenahan dan pembangunan sarana dan prasarana Wisata Bono dan ada juga objek wisata lainnya, seperti objek eko wisata Danau Tajwid. Khusus untuk pengembangan Eko Wisata Danau Tajwid. Jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Pelalawan semakin meningkat baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, bahkan Even Wisata Festival Bekudo Bono sudah masuk Kalender Wisata Nasional.

Ditengah berkurang anggaran lanjutnya, Pemkab Pelalawan berhasil merangkul pihak swasta. Kepedulian dunia usaha di Kabupaten Pelalawan terhadap kondisi dan permasalahan pembangunan di daerah ini justru semakin membaik. Berbagai program CSR sudah mulai sinkron dengan program Pemerintah Daerah yang tertuang dalam RPJMD. Dan bahkan, jumlahnya pun sudah semakin meningkat. Fokusnya antara lain Pembangunan Insfrastruktur Pendidikan, Kesehatan, Perhubungan, Pertamanan, dan Ruang Terbuka Hijau serta Beasiswa bagi mahasiswa ST2P. ‘’Bahkan  kita sudah menetapkan Peraturan Daerah mengenai CSR, yang diharapkan menjadi regulasi untuk memperkuat peran serta dunia usaha dalam pembangunan Kabupaten Pelalawan yang lebih maju lagi di masa yang akan datang,’’pungkasnya.adv