Tanoto Foundation Sharing Ilmu Berkebun Sawit ke Petani


riaupotenza.com
Petani dan pihak manajemen PT IIS, Tanoto Fondation saat pelaksanaan Pelatihan Penyegaran Teknis Budidaya dan Menejemen kebun kelapa sawit di Ukui.

UKUI (RPZ) - Tanoto Foundation menebarkan manfaat bagi masyarakat di 4 desa di Kecamatan Ukui dengan menyelengarakan Pelatihan Penyegaran Teknis Budidaya  dan Menejemen kebun kelapa sawit. Kegiatan  ini diperuntukkan bagi petani Koperasi Unit Desa (KUD) Bukit Patalo  dan Asosiasi Amanah Kemitraan SPOI Project Tanoto Foundation dan PT  Inti Indosawit Subur Asian Agri.

Manejer Kebun Plasma Ukui PT IIS Agung Ardi Wardana, Ahad (2/11/2018) mengatakan, tujuan penyegaran agar petani atau pekebun semakin baik pengetahuannya dalam perawatan. ‘’Selain itu agar petani mampu meminimalisir kerugian yang sering dihadapi di lapangan,’’ katanya.

Puluhan peserta yang merupakan petani plasma sangat antusias mengikuti pelatihan dan di tambah lagi dengan sesi tanya jawab. ‘’Petani sangat membutuhkan pengetahuan dalam teknis perawatan dan manajemen guna untuk meningkatkan hasil produksi TBS yang lebih banyak walaupun untuk saat ini harga TBS yang terus anjlok diakibatkan lesunya harga CPO di tingkat global,’’ ungkap Agung sambil menyebutkan kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari yang bertempat di kantor Tanoto Foundation di Ukui Dua yang dihadiri  peserta dari kelompok petani dan pengurusnya.

Dikatakan,  pelatihan dilaksanakan oleh Tanoto Foundation melalui program inisiatif kelapa sawit berkelanjutan/SPOI melaksanakan 3 komponen kegiatan yaitu pendidikan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup atau yang dikenal sebagai 3 es education empowerment and enhancement the qualiti of lives.

‘’Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pelaksanaan sistem kelapa sawit berkelanjutan Indoesia (ISPO). Asosiasi Amanah dipilih sebagai peserta pelatihan dikarenakan telah berhasil mendapat sertifikat ISPO pada tahun 2017 sedangkan KUD Bukit Patalo dipilih karena pada saat ini juga dalam proses untuk menerima sertifikat ISPO pada tahun ini,’’terang Agung sambil menyebutkan kedua lembaga tersebut sudah mitra dengan manajemen plasma PT Inti Indosawit Subur dalam penjualan TBS dan mendapatkan pembinaan perawatan tanaman.

Lebih jauh disebutkan, kegiatan ini diikuti oleh 30 orang petani kebun kelapa sawit plasma dan swadaya  dan dilatih oleh nara sumber yang berasal dari manajemen plasma kebun Ukui PT IIS selama 2 hari. Adapun materi yang diberikan tentang pemupukan pengendalian hama dan penyakit pengendalian gulma dan panen.

Sementra itu SPOI Project Manager Rio Supriyatno menyampaikan bahwa kedepannya Tanoto Foundation juga akan melaksanakan pelatihan GAP GMP yang lebih konprehensip. ‘’Khususnya ditunjukan untuk KUD dan kelompok tani lain yang belum bermitra dan belum mendapatkan pembinaan dari perusahaan serta memiliki potensi sebagai KUD atau asosiasi yang belum mendapatkan sertipikat ISPO,’’ beber Rio. amr/rd