Soal Pembangunan Pagar SDN 4 Bathin Solapan

Tak Sesuai Bestek, Bongkar !!!


riaupotenza.com
Kepala Desa Boncah Mahang Roma Yono dan Anggota DPRD Bengkalis Safrana saat meninjau bangunan pagar di SD 4 Bathin Solapan.

BATHINSOLAPAN (RPZ) - Anggota DPRD Bengkalis Safrana Fizar ST bersama Kepala Desa Boncah Mahang Roma Yono SIP, Sabtu (1/12/2018) pagi dibuat berang dengan proyek pembangunan pagar di SD Negeri 4 Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Bukan tanpa alasan, amarah mereka memuncak setelah kroscek ke lapangan terkait bangunan pagar sekolah senilai Rp199.700.000 yang diduga kuat tak sesuai Bastek. Dengan mengacu pada bestek yang ditunjukan rekanan proyek Disdik Bengkalis tersebut, mereka langsung turun dan mengukur kedalaman pondasi pagar yang hanya dibuat oleh rekanan CV Hikmah Fajar Sentosa dengan kedalaman 10 centimeter. Sementara pada bestek dirincikan 70 centimeter. 

"Selaku Pemdes Boncah Mahang kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Bengkalis atas bantuan infrastruktur yang masuk desa, ini kami apresiasi setinggi-tingginya. Tapi jika pembangunan oleh rekanan tidak sesuai untuk apa, yang ada jadi malapetaka sebab tak akan bertahan lama, ditambah minimnya pengawasan," kesal Roma Yono. 

Berkaca pada kejadian pagar roboh yang menewaskan murid SD di Pekanbaru bulan lalu, Roma khawatir kejadian serupa terjadi akibat pembangunan pagar di Desa nya tersebut tidak sesuai dan berpotensi mengakibatkan malapetaka. ''Murid itu suka dipagar, kadang manjat-manjat. Kita khawatir roboh jika pengerjaan tidak sesuai bastek gini," geramnya. 

Disamping itu, para rekanan yang mengerjakan proyek di Desa diminta agar berkoordinasi dengan Pemdes setempat, sebab pembangunan akan dirasakan langsung oleh masyarakat, pemdes juga bertugas mengawasi pembangunan agar benar-benar dirasa manfaatnya. ''Desa itu jangan dianggap tak bertuan, ini untuk masyarakat, jadi bangunan itu mesti benar-benar memberikan manfaat yang berkepanjangan," pintanya. 

Dirinya berharap, pihak Kabupaten Bengkalis agar dapat menekankan kepada rekanan yang mendapatkan tender mohon terlebih dahulu dikonfirmasi ke desa. Hal ini bertujuan agar pembangunan untuk masyarakat tidak sia-sia. "Kontraktor jangan hanya mengharapkan hasil harus sesuai dengan standart dong, ini jadi perhatian serius. Sementara Kades dituntut oleh Bupati agar dapat mengawasi seluruh pembangunan yang masuk ke wilayah desa nya, baik itu pembangunan pemerintah maupun swasta, agar dirasa maksimal manfaatnya," jelasnya. 

Saat ditemui di lokasi, Rekanan CV Hikmah Fajar Sentosa malah menuding balik adanya kecemburuan sosial. Hal itu diungkapkan oleh Anton yang mengaku hanya sebagai tukang. "Ada cemburu sosial, permasalahan lain tak ada, semua sudah sesuai bestek. Makanya kalau gak tau gambar jangan protes, Saya rasa gak ada yang salah, " kilahnya. pan