Tiga Perusahaan Ini Buat Kota Pasir Pengaraian Semrawut


riaupotenza.com

ROHUL (RPZ) - Semrawutnya jaringan udara milik PT PLN Rayon Pasir Pengaraian, PT Telkom, dan pengusaha TV Kabel di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dinilai merusak keindahan dan tatanan kota. Karena dinilai merusak keindahan dan tatanan kota, untuk itu, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohul memanggil perusahaan-perusahaan tersebut untuk lakukan Hearing, sore kemarin.

Hearing dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Rohul Nono Patria Pratama SE, didamping sejumlah anggota, Kepala Diskominfo Rohul Gorneng, pengusaha TV kabel se-Rohul, pimpinan PT PLN Rayon Pasir Pengaraian dan PT Telkom. Pada hearing tersebut, Komisi IV DPRD Rohul menilai jaringan udara milik PLN, Telkom dan TV Kabel, termasuk jaringan bawah tanah kabel fiber optik‎ milik Telkom sangat semrawut, sehingga perlu dilakukan penataan.

Ketua Komisi IV DPRD Rohul, Nono Patria Pratama mengatakan, sesuai data dan hasil turun ke lapangan, jaringan udara milik Telkom‎ khususnya di Pasirpangaraian dan Ujung Batu sangat semrawut. "Tidak beraturan, baik itu pemasangan tiang, kabel jaringan udara sangat mengganggu. Juga adanya pembangunan fiber optik yang tidak ada koordinasi dengan pemerintah Rokan Hulu, baik DPRD dan Perkim, sehingga jaringan itu sangat mengganggu dan ada yang merusak kontruksi jalan,"‎ tambahnya.

Nono mengaku juga mendapat data jaringan Telkom juga terpasang kabel milik TV kabel seperti di Ujung Batu dan Pasir Pengaraian yang dinilai tidak ada legalisasi aturannya. "Berarti pemasangannya saja tidak ada izin.‎ Di PLN juga hari ini kita sayangkan jaringannya juga sama, pesangnya tidak sesuai aturan dan tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah," ungkap Nono dan mengaku banyak tiang listrik yang harus diganti.

Selain itu, Nono mengatakan jaringan TV kabel yang menumpang di jaringan PLN dan Telkom juga semrawut, sementara pemerintah daerah tidak mendapatkan apa-apa. Karena kondisi itu, Nono meminta pemerintah daerah membuat aturan Peraturan Daerah atau minimal Peraturan Bupati tentang aturan pemasangan jaringan udara dan jam operasi TV kabel, termasuk titik tiang Telkom atau tiang listrik.

Ia menilai pemasangan tiang yang asal-asalan merusak tatanan kota di Kabupaten Rohul. Menurutnya, adanya aturan dari pemerintah daerah, maka pemasangan tiang tidak‎ merusak tatanan kota.

Nono mengaku telah memberikan batas waktu enam bulan kepada PLN, Telkom dan pengusaha TV kabel‎ agar memperbaiki jaringannya, sehingga tidak semrawut lagi. Selain itu, Nono juga mengharapkan pihak TV kabel ikut bersumbangsih untuk Pendapatan Asli Daerah atau PAD Pemkab Rohul.

Sementara, salah seorang pengusaha TV kabel di Pasir Pengaraian, Ruslan Nasution mengatakan, pihaknya bersedia ikut bersumbangsih, namun sampai saat ini belum ada aturan‎ dari pemerintah daerah. Pimpinan PT Ginta Vision ini mengaku mereka selama ini telah kontrak dengan Ikon Plus, merupakan anak perusahaan PT PLN untuk pembayaran sewa tiang, namun kabar terbarunya kontrak akan dialihkan ke perusahaan lain ke depannya. rpz