Ngumpul Sampai Tengah Malam

Meresahkan, Penghuni Kontrakan Diusir


riaupotenza.com
Penghuni kontrakan dan tamu diusir warga dan digelandang ke Mako Satpol PP dan Damkar.

PANGKALANKERINCI (RPZ) - Ini menjadi catatan buruk bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pelalawan, persisnya di Ibu Kota Kabupaten, Pangkalan Kerinci. 2 penghuni kontrakan yang masih berstatus pela7 pelajar bersama 5 tamu yang terdiri 4 putera dan 3 puteri diusir dari rumah kontrakan. Bengis amat. Tidak, mereka diusir karena meresahkan warga setempat, karena bertamu hingga tengah malam bahkan subuh hari dengan tamu yang terus berganti.

‘’Saat digrebek ke tempat kontrakan memang mereka tidak ngapa-ngapain. Tapi hari sudah pukul 00.00 WIB dan duduk-duduk dalam kamar. Mereka bukan pasangan suami isteri atau keluarga, tapi diantaranya masih berstatus pelajar setingkat SMK,’’ beber Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Pelalawan H Abu Bakar Fisda Eli SSos, MAp, Kamis (29/11/2018).

Menurut Kasatpol PP dan Damkar didampingi Kasi Penertiban Sofyan SH MH saat penggrebekan  yang dilakukan sekitar pukul 00.00 WIB, Kamis (29/11/2018) dinihari. Belasan personil Satpol PP dan Damkar bersama RT dan masyarakat setempat langsung mendatangi salah satu rumah kontrakan di Jalan Batu Ampar Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat.

‘’Kami ke lokasi karena merespon ada laporan masyarakat yang sudah dibuat resah oleh ulah rumah kontrakan yang ditempat pelajar tersebut. Jadi kita langsung ke TKP. Ternyata, muda mudi tadi malam itu juga pernah digrebek dan disuruh pindah oleh masyarakat karena membuat ulah yang sama saat tinggal di Jalan Duku Pipa Gas. Artinya tadi kali keduanya. Sangat disayangkan,’’ imbuhnya.

Dikatakan, dalam penggrebekan tersebut didapati 7 orang muda mudi yang berada didalam satu rumah kontrakan tanpa ada ikatan keluarga. ‘’Yang menghuni kontrakan tersebut dua wanita muda dan masih berstatus pelajar. Sedangkan yang lainnya tamu. Dari ke 7 muda mudi yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 3 orang perempuan kita amankan ke Mako Satpol PP dan Damkar dan diserahkan kepenyidik PPNS,’’ ujarnya.

'’Setelah diproses penyidik PPNS dan diberikan pencerahan, kepada yang laki-laki sebagai tamu diperbolehkan pulang. Sedang yang perempuan sebagai penghuni kontrakan masih diamankan dulu di kantor karena mereka sebelum sudah pernah diamankan Satpol PP dengan kasus yang sama,’’ terangnya.

Kasatpol PP dan Damkar menambahkan, penghuni kontrakan yang masih berstatus pelajar di salah satu SMK di Kabupaten Pelalawan tersebut dari permintaan warga untuk segera mengosongkan rumah kontrakan itu. ‘’Dan kita juga akan memanggil orang tua atau pihak keluarga untuk menjemputnya. Kalau mereka tidak mau berubah. Di mana pun ngekosnya pasti ditolak warga,’’ pungkasnya. amr