Menuju Meranti Terang Benderang


riaupotenza.com
Kunjungan Bupati Kabupaten Kepuluan Meranti Irwan Nasir, bersama aparatur struktural terkait mengunjungi PLTD Desa Gogok Kecamatan Tebingtnggi Barat.

SELATPAMJANG(RPZ)-Hingga September 2018, sudah sebanyak 72 Desa/Kelurahan di Kepulauan Meranti yang dialiri listrik. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. 
 
Kabag Ekonomi Afifuddin melalui Kasubbag SDA, Sasreja menjelaskan hingga September 2018 sudah 72 desa kelurahan yang teraliri listrik. Hanya tinggal 30 desa yang belum dialiri listrik. 
 
"2018 ini ada penambahan 11 desa dari pengembangan pembangunan jaringan listrik. Diantaranya 4 desa di Tebingtinggi Timur, 1 di Tasikputri Puyu, dan 3 di Rangsang," ujar Danu, Kamis (15/11/2018).
 
Sementara, 30 desa yang belum teraliri listrik tersebar di 7 kecamatan. Antara lain, Tasikputri Puyu 4 desa, Merbau 5 desa, Pulau Merbau 6 desa, Rangsang Barat 2 desa, Rangsang 3 desa, Tebingtibggi Timur 4 desa, dan Rangsang Pesisir 6 desa.
 
"Rencana pembangunan tahun 2019 akan diprioritaskan di 3 kecamatan yaitu Rangsang Barat, Tebingtinggi Timur, dan Rangsang Pesisir, " kata Danu lagi. 
 
Pembangunan jaringan dalam rangka meningkatkan elektrifikasi didaerah berkolaborasi dengan pihak PLN. Denfan begitu program Meranti terang bederang bisa terwujud. 
 
Sementara itu, pada tahun ini juga, ada bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTHSE) dari Kementerian ESDM untuk warga Suku Akit di Meranti. 
 
"Agar warga suku akit juga bisa menikmati listrik, " ujarnya. 
 
Tahun depan, masih dilihat lokasi-lokasi yang memang belum ada jaringan PLN atau masih belum teraliri listrik.  Agar bisa diupayakan mendapat bantuan serupa.

"Di wilayah Suku Akit banyak yang belum teraliri listrik. Kita usahakan dapat bantuan LTSHE untuk di daerah itu," sebut Danu. 
 
Menanggapi rasio elektrifikasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun, Ketua DPRD Fauzi Hasan, menilai hal itu membuktikan secara perlahan namun pasti Meranti menunjukkan kemajuannya. Sebagaimana diketahui, sejak Indonesia merdeka tahun 1945 hingga tahun 2011 lalu sebagian besar wilayah Kepulauan Meranti masih gelap.

 "Ini bukti mengentaskan tingkat kemiskinan sudah berjalan," kata Fauzi Hasan.
 
 Kata Politisi PAN itu lagi, hasil pertemuan mereka dengan pihak manajemen PLN beberapa waktu lalu, dijanjikan seluruh Meranti akan terang benderang pada tahun 2019.
  
"Masyarakat Meranti harus berterimakasih kepada Pemda. Sebab, Pemda konsen terhadap penerangan hingga ke desa-desa," terang Fauzi Hasan. (adv)