1 Pria, 4 Wanita Terjaring Tim Yustisi Satu Kamar, Ayo Ngapain!


riaupotenza.com
Warga yang terjaring razia KTP oleh Tim Yustisi dibawa menggunakan mobil operasional Satpol PP menuju Kantor Pengadilan negeri Dumai untuk sidang Tipiring.

DUMAI (RPZ) - Dihari ketiga razia KTP, Rabu (14/11/2018), sasaran Tim Yustisi Dumai adalah rumah Kost Kost san dan sejumlah Wisma di Kota Dumai. Para penghuni rumah Kost termasuk penghuni Wisma yang bukan muhrimnya sempat dibuat panik begitu melihat petugas baik dari Satpol, Polri, TNI, dari pemko Dumai ramai-ramai datang. Namun kejadian tersebut hanya sebentar, setelah dijelaskan petugas, penghuni rumah Kost maupun penghuni kamar Wisma memahami untuk diperiksa.

Pantauan dilapangan, razia rumah kost dan wisma kali ini di bagi dua tim. Tim pertama dengan menggunakan empat unit kendaraan bermotor termasuk mobil dinas Satpol PP ini dipimpin oleh salah seorang kasi dari Satpol PP Irhamillah. Razia pertama dilakukan di rumah kost lewat bundaran arah Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur. Saat petugas datang ke rumah kost di belakang perumahan penduduk cukup padat ini, terlihat pintu kamar kost terutup dan terkunci dari dalam rumah kost.

Melihat rumah kost terkunci dari dalam. petugas Tim Yustisi berupaya menggedor-gedor pintu. Beberapa menit pintu digeder, barulah satu orang wanita penghuni kamar kost membuka seperti panik melihat petugas. Setelah ditanya identitas diri, barulah penghuni kost ini lega dan memperlihatkan kartu identitas dirinya. Sedangkan beberapa penghuni lainnya lebih memilih tidak membuka pintu, meski dari luar pintu tidak terkunci atau digembok. Setelah cukup tidak dibuka, akhirnya petugaspun melanjutkan Razia ketempat lainnya.

Dilokasi kedua, sasaran razia adalah Wisma Elit, Jalan Pulau Payung Kota Dumai. Setelah meminta izin dengan penanggungjawab wisma, petugaspun meminta data kamar wisma yang ada penghuninya dan melanjutkan pemeriksaan disejumlah kamar. Ada hal menarik saat razia KTP di wisma ini, yakni ditemukan 4 orang wanita mengaku sebagai SPG dengan satu orang pria. Saat ditanya petugas kenapa bergabung satu lelaki dengan banyak perempuan, lelaki tersebut dengan wajah pucat mengatakan, kalau dirinya hanya menumpang satu malam bersama SPG salah satu rokok.

Begitu diperiksa satu persatu KTP, akhirnya ditemukan dua penghini kamar tersebut tidak memiliki KTP, kemudian dibawa oleh petugas Tim Yustisi untuk disidang tipiring di Pengadilan Negeri Dumai. Memang, di wisma tersebut, hanya sekitar 5 penghuni yang tidak memiliki KTP, selainnya ada KTP, karena kebanyakan penghuni Kamar Wisma adalah pekerja di Dumai yang mengontrak sampai satu bulan. 

Sementara itu saat razia Tim Yustisi di Wisma D Nusantara kebanyakan penghuni sudah keluar duluan, seperti keluar makan dan sudah ada yang cek out. Razia selanjutnya dilakukan di rumah kost Jalan Sirih, Kecamatan Dumai Barat. Di rumah kost ini, petugas kembali menemukan beberapa penghuni yang tidak bisa memperlihatkan Identitas KTP, selanjutnya diamankan dan dibawa ke Kantor Pengadilan Negeri Dumai untuk di Sidang Tipirng. 

''Ada belasan orang yang terjaring Razia di Tim satu, saat ini semuanya dibawa ke Pengadilan Negeri Dumai untuk melaksanakan sidang,'' ujar Irham seraya mengatakan,  Razia KTP ini akan berlangsung hingga 16 November 2018 dan diharapkan masyarakat untuk dapat melengkapi identitas. Jika belum punya KTP, harus segera di urus karena KTP itu penting sekali. mdi