Jalan Poros Terendam, Warga Buat Jembatan Alternatif


riaupotenza.com
BUAT JEMBATAN-Akibat terendam banjir, warga Desa Rawa Bangun membuat jembatan alternatif untuk dilalui kendaraan.

RENGAT (RPZ) — Akibat terendam banjir, jalan poros menuju Desa Rawa Bangun di Kecamatan Rengat tidak bisa dilewati, terutama untuk kendaraan bermotor.
     
Apalagi wilayah itu sebagian besar tanahnya merupakan tanah gambut. Otomatis dengan adanya banjir yang merendam sebagian jalan poros Desa Rawa Bangun aktifitas warga jadi lumpuh total.
     
Tak terkecuali bagi anak-anak yang akan bersekolah di luar Desa Rawa Bangun mereka harus rela berjalan kaki, bahkan sebagian mendorong motornya untuk sampai keseberang banjir. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan.
     
Untuk mengantisipasi hal tersebut warga desa setempat dibantu oleh pihak TNI, pada Ahad (11/11) berinisiatif untuk membuat jembatan darurat yang terbuat dari kayu gelondongan untuk tiang dan papan untuk lantai jembatannya, sepanjang kurang lebih 250 meter di titik pertama dan 100 meter di titik ke tiga yang dekat lokasi tanggul di jalur 9.

Salah serorang warga Desa Rawa Bangun, Unang yang berhasil dikonfirmasi menyebutkan banjir yang melanda desanya sudah hampir sepekan lamanya. 
     
“Banjir sudah hampir sepekan lamanya, ketinggian banjir bervariasi, ada yang mencapai 30 cm, 50 cm bahkan ada juga yang sudah mencapai 1 meter lebih,” sebutnya.
    
Kalau untuk desa Rawa Bangun sendiri kata Unang, banjir terparah meliputi jalur 1 sampai jalur 3. Beberapa rumah warga sudah ada yang terendam. Sedangkan untuk jalan poros ada 3 titik banjir. Titik yang terparah berada di jalan masuk perbatasan dengan desa Sei Raya.
     
Disebutkannya, sejauh ini belum ada bantuan yang diberikan untuk para korban banjir. Baik dari intansi pemerintah maupun dari swasta. “Sejauh ini kita belum ada menerima bantuan dari pihak manapun,” sebutnya lagi.
     
Tentunya dengan kondisi banjir yang terjadi saat ini diharapkan warga disana, pemerintah cepat tanggap dengan kondisi banjir yang terjadi di wilayah itu.
    
Disinggung masalah dana ataupun bahan untuk membuat jembatan alternatif, Unang mengatakan, kalau bahan-bahan untuk membuat jembatan kita kumpulkan dengan swadaya masyarakat dan juga ada bantuan papan 1 kubik dari salah satu perusahaan. Sementara untuk pengerjaannya kita laksanakan secara bergotong-royong,” tambahnya lagi. sur