Akses Jalan Putus, 240 Rumah Terdampak Banjir


riaupotenza.com
Tampak Warga Desa Kuala Panduk Kecamatan Teluk Meranti di depan rumahnya yang terdampak banjir rob plus banjir kiriman.

PANGKALANKERINCI (RPZ) - Banjir mulai mendera Kabupaten Pelalawan. Sedikitnya 240 rumah masyarakat terutama yang tinggal di tepi Sungai Kampar sudah terkena dampaknya. Bahkan, akses jalan menuju dan dari Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci sudah putus total. 

Kendati sudah ratusan rumah yang sudah terdampak. Namun belum ada warga yang mengungsi. Karena, yang terendam paling halaman rumah saja. Apalagi kebanyakan rumah warga merupakan rumah panggung. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan Hadi Penandio SSos MSi, Senin (12/11/2018) menjelaskan, kendati debit air Sungai Kampar belum sampai merendam rumah warga, namun masyarakat tetap dihimbau untuk tetap waspada. 

''Sampai hari ini data yang masuk sudah ada 240 rumah yang terdampak banjir kiriman,'' jelas Hadi. 

Dari 240 rumah warga yang bagian halamannya sudah terkena luapan air Sungai Kampar sebut mantan Kasat Pol PP Pelalawan ini, melibatkan 210 KK serta sekitar 610 jiwa. Adapun lokasi yang saat ini sudah terkena banjir yakni Kecamatan Pangkalan Kerinci Desa Rantau Baru hingga akses jalan keluar masuk desa kurang lebih 3 kilometer putus total. ''Warga menggunakan pompong sebagai transportasi alternatif keluar masuk desa,'' paparnya sambil menyebutkan pihaknya terus melakukan pemantauan ke lokasi terdampak banjir. 

Masih di Kecamatan Pangkalan Kerinci juga imbuhnya Pangkalan Kerinci
Desa Kualo dan Simpang Kualo Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota. Sementara di Kecamatan Langgam, Dusun Muara Sako sudah terkena dampak banjir sejak awal, karena merupakan Kecamatan paling Hulu di Sungai Kampar. 

Selain Langgam, Pangkalan Kerinci, Kecamatan Teluk Meranti juga terdampak. Persisnya di Desa Pangkalan Panduk. ''Kalau Desa Pangkalan Panduk ini terdampak banjir ron juga air dari Hulu Sungai Kampar,'' paparnya sambil berharap warga tetap waspada menghadapi berbagai kemungkinan apalagi selain banjir kiriman, curah hujan yang cukup tinggi menjadi pemicu semakin tinggi debit air. amr