Kapolda Prihatin Generasi Muda Terjerumus Narkoba


riaupotenza.com
Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Kabid Humas Polda Riau, Anggota sedang memasukan ribuan ekstasi ke dalam belender untuk dimusnahkan.

PEKANBARU (RPZ) - Meski mengungkapkan peredaran narkoba dalam jumlah puluhan kilogram, Kapolda Riau, Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo mengungkapkan tidak merasakan bangga atas proses pemusnahan yang dilakukan, Kamis (8/11) siang di halaman Mapolda Riau. 

Mantan Wakapolda Jawa Timur (Jatim) itu, lebih merasakan keprihatinan atas maraknya generasi muda terjerumus sebagai pengguna narkoba sekarang ini.

Karena nya, Widodo Eko Prihastopo mengungkapkan, rasa prihatinnya, mengingat kebanyakan isi penghuni Lapas 90 persen merupakan pengguna narkoba. 

‘’Jadi kita tidak bangga dengan pemusnahan ini, tapi kita merasa prihatin dengan terjerumusnya anak muda dan generasi bangsa sekarang ini,’’ ungkap Kapolda. 

Sebagai orang tua, Kapolda mengungkapkan, rasanya melihat anak-anak muda banyak didapati sebagai pengguna narkoba.

Karenanya, ia menganggap perlunya peningkatan upaya pemberantasan narkoba yang telah dilakukan sebelumnya. Dimana Polda bekerjasama dengan TNI, Pemerintah Riau hingga Pemkab dan Polsek-Polsek. 

‘’Melihat fenomena ini, saya rasa perlu kita tingkatkan upaya pemberantasan narkoba ini,’’ imbuhnya. 

Selain Institusi, Kapolda menyebutkan, peran pemberantasan narkoba tidak hanya harus dilakukan Polda Riau semata. Seluruh elemen yang ada di masyarakat, mulai dari orang tua, mahasiswa, bahkan akademisi, guru sangat berperan penting. 

‘’Saya mengajak peningkatan upaya pemberantasan, karena sesuai fakta dilapangan. Masih tinggi angka peredaran, meski kami sudah sering mengungkapkan beberapa kasus,’’ ajaknya. 

Ajakan ini, mengingat Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau dan jajarannya memiliki keterbatasan. 

‘’Kami ini memiliki keterbatasan, makanya tidak bosan-bosan kami ajak segenap unsur di tengah-tengah masyarakat mari sama-sama kita Berantas narkoba,’’ imbaunya. 

Pantauan di lapangan, Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo langsung memimpin proses pemusnahan barang bukti sabu dan ekstasi di Polda Riau. 

Jenderal bintang dua itu menjelaskan, untuk barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 33,65 kg sabu. Kemudian 81.213 butir pil ekstasy. 

Widodo memaparkan, dari total di atas sebanyak 115 gram disisihkan untuk kepentingan tes Laboratorium. Kemudian, sebanyak 5,10 gram untuk kepentingan persidangan. 

Selanjutnya, kata Widodo untuk ekstasi sebanyak 186 butir disisihkan untuk kepentingan uji laboratorium. Lalu, sebanyak  5 butir untuk dipersidangan. 

‘’Jangan jumlahnya, tapi kita lihat. Betapa masih banyaknya narkoba dari luar negeri (Malaka, res) masuk ke Indonesia melalui Provinsi Riau,’’ ungkapnya.

Proses pemusnahan tersebut, dilakukan dengan cara melarutkan sabu dan narkoba didalam ember yang sudah diisi cairan pembersih.mx/pr.