Sekarang Terancam Hukuman Mati

Berhasil Kabur dari Lapas Bengkalis, Napi WNA Ini Kembali Ditangkap Kasus Narkoba


riaupotenza.com
Mohammad Azizie Napi yang kabur dari Lapas Bengkalis.

PEKANBARU (RPZ) - Selama dalam pelarian ternyata Mohammad Azizie masih bisnis narkoba. Buktinya, Narapidana yang kabur tahun 2017 dari kurungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkalis-Riau ini kembali ditangkap.

Terpidana kasus sabu ini  ditangkap kembali di Malaysia. Kabar penangkapan warga negara asing (WNA) asal Malaysia ini, disampaikan Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau, Kombes Hariono, hari ini.

Menurutnya, Azizie yang sempat kabur, sudah ditangkap kembali dengan kasus narkoba sebanyak 16 kilogram oleh pihak kepolisan Malaysia. Informasi Azizie ditangkap tiga minggu lalu didaerah Bukit Aman, Malaysia.

Untuk melanjutkan proses hukumnya, Hariono mengakui pihaknya telah melakukan upaya koordinasi dengan pihak Malaysia untuk membongkar jaringannya di wilayah Polda Riau. Sebagian jaringannya sudah ditangkap.

Pihaknya juga mencoba bicarakan terhadap Azizie ke pihak Malaysia, agar dibawa ke Indonesia untuk melanjutkan proses masa penahanannya. Namun hasil komunikasi ini, sambung Hariono menyebutkan ada pilihannya.

''Di Malaysia, untuk peraturan hukuman terberat sabu diatas 50 gram adalah hukuman mati, karena Azizie ditangkap dengan sabu seberat 16 kilogram. Makanya itu, kita pilih biar pihak Malaysia mengadili hukuman mati buat dia disana,'' terang Hariono.

Mohammad Azizie bin Abdul Hamid ini merupakan narapidana narkotika yang diganjar pasal 112 ayat (1) Jo 111 ayat (1) vonnis 15 tahun penjara oleh pengadilan Bengkalis. Saat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis-Riau, yang bersangkutan sudah menjalani hukuman sekitar 3 tahun, sisa hukuman masih tersisa 11 tahun, 2 bulan, 28 hari.

Pasca kejadian kaburnya narapidana Mohammad Azizie bin Abdul Hamid dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis-Riau, 2017 lalu. Diketahui diduga kuat ada ikut keterlibatan orang dalam pada proses tersebut. Modus Azizie agar bisa kabur dari Lapas, ia berpura-pura akan mengambil makanan dari pintu utama Lapas. Kemudian diam-diam napi tersebut kabur dari Lapas. Kaburnya karena diduga difasilitasi Sipir Lapas.

Atas pelanggaran itu, ketiga sipir dituntut melakukan pengeluaran napi secara tidak sah. Mereka diminta membuat pernyataan terbuka kepada atasannya. Dalam pemeriksaan, mereka mengakui menerima sesuatu (uang). Mereka adalah Safriandi, Sucipto, dan Beri Kunari Zawan. Bandar narkoba dari Malaysia itu kabur dari Lapas Bengkalis pada Kamis, 16 November 2017 lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Kaburnya karena difasilitasi. rpz