Lagi MTQ, 3 Pasangan 'Haram' Ini Malah Bergumul Ria Dalam Wisma, Ya Ditangkaplah


riaupotenza.com
Tiga pasangan yang bukan suami istri yang terjaring operasi Pekat di malam MTQ XVI tingkat kabupaten Pelalawan di Wisma Sarinah saat diintrogasi PPNS Satpol PP dan Damkar Pelalawan.

PANGKALANKERINCI (RPZ) - Pelaksanaan MTQ XII tingkat Kabupaten Pelalawan yang digelar di ibu kota Kabupaten Pelalawan Pangkalan Kerinci berlangsung hingga 10 Nopember mendatang. Tapi sayang, kegiatan bernuansa agamis itu juga ternodai oleh perbuatan maksiat yang juga ikut berlangsung di sejumlah lokasi. 3 pasangan bukan suami isteri berhasil ditangkap. Begitu, pula berbagai jenis minuman beralkohol ikut disita.

Diamankannya tiga pasangan muda-mudi tidak sah ini setelah Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Pelalawan bersama personil Polsek Pangkalan Kerinci serta pihak Kecamatan Pangkalan Kerinci menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) dadakan, Rabu (7/11/2018) malam.

Menurut Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pelalawan H Abu Bakar Fisda Eli SSos MAp, didampingi Camat Pangkalan Kerinci Dodi Asma Putra, Kasi Penertiban Sofyan SH MH, Kamis (8/11/2018), tak hanya tiga pasangan mesum yang ditangkap di Wisma Sarinah KM II Jalan Langgam II Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, tapi tuak dan miras.

‘’Saat dilakukan pemeriksaan ke Wisma Sarinah didapati 3 pasang laki-laki dan perempuan yang belum mengantongi surat nikah berada di dalam satu kamar,’’ jelas Abu Bakar tanpa menyebutkan identitas ketiga pasangan bukan muhrim tersebut.

‘’Ketiga pasang muda mudi tersebut digiring ke kantor untuk diproses oleh penyidik PPNS Satpol PP sesuai dengan Perundangan-undangan yang berlaku,’’ imbuhnya.

Setelah diproses oleh penyidik, lanjut Abu Bakar yang mengatakan operasi dimulai pukul 23.00 WIB, Rabu malam itu diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing dengan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi kembali perbuatannya.

‘’Ketiga pasangan muda mudi tanpa ada surat nikah dan bukan muhrimnya tersebut diberikan arahan, nasehat dan juga peringatan,’’ bebernya didampingi Camat Dodi Asma Putra.

Tak hanya pasangan bukan suami isteri itu tambah Kasat Pol PP dan Damkar Pelalawan yang memimpin operasi penertiban ketertiban dan ketentraman yang didapat dari kegiatan malam MTQ tersebut. ‘’Kami juga mendatangi warnet, PS dan warung tuak yang menyajikan musik keras dan miras,’’ ujarnya.   

Katanya, tim gabungan itu menyelusuri ke sejumlah warnet, PS yang berada di Jalan Pemda untuk diingatkan agar dalam pelaksanaan MTQ tidak beroperasi sampai pagi hari. ‘’Ada sekitar 3 pemilik warnet atau PS yang kita panggil besok untuk menghadap ke penyidik PPNS dan mengingatkan kembali agar mereka di malam hari tidak menghidupkan suara keras dari dampak usaha tersebut sehingga tidak mengganggu ketentraman masyarakat sekitar yang sedang beristirahat,’’ paparnya.

Dari beberapa warnet yang disambangi oleh petugas sambung mantan Kabag Humas Pemkab Pelalawan ini, ternyata beberapa diantaranya tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan dari instansi terkait. ‘’Kami panggil ke kantor dan mengingatkan kepada pemilik agar mematuhi perjanjian kerjasama yang sudah disepakati bersama sebelumnya antara Satpol PP dan juga pemilik warnet serta play station (PS),’’ ungkapnya.

Operasi yang dilanjutkan ke kilo 1 dan 2 Jalan Koridor Langgam. Di lokasi tersebut didapati 1 warung tuak yang masih buka dengan menghidangkan musik keras. ‘’Kepada pemilik usaha diingatkan untuk menghargai pelaksanaan MTQ yang sedang berlangsung dan juga mengamankan minuman jenis tuak,bir sebagai barang bukti,’’ terang Kasat Pol PP didampingi Kasi Penertiban Sofyan.

‘’Padahal beberapa hari yang lalu petugas sudah mengingatkan kepada pemilik warung yang berada di kilo 1 dan 2 untuk tidak menghidupkan musiknya dan menghormati pelaksanaan MTQ tersebut. Tapi ternyata mereka masih bandel. Maka kami tidak segan-segan menindaknya,'' ungkapnya. amr