Meresahkan Warga Karena Timbulkan Bau Busuk yang Menyengat

DLH Bengkalis akan Selidiki Limbah PT SIPP


riaupotenza.com
Ilustrasi. Net

DURI (RPZ) - Menyoal keluhan masyarakat Duri, terkait bau busuk berasal dari limbah Pabrik Kelapa sawit (PKS)  PT Sawit Inti Prima Perkasa (PT SIPP) di Jalan Rangau Km 6, Kelurahan Pematang Pudu,  Kecamatan Mandau yang sudah semerbak hingga ke Kota Duri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkalis langsung merespon permasalahan tersebut. 

Kepala DLH Bengkalis, Arman AA melalui Kasi Pengaduan DLH Kabupaten Bengkalis, Effendi kepada wartawan, berterimakasih atas adanya pengaduan masyarakat itu. Dan berjanji akan segera turun kembali melakukan pengecekan ke PKS di Jalan Rangau itu. "Kita berterimakasih atas pengaduan masyarakat ini. Jangankan aduan kasus besar seperti ini, orang membakar tempurung dan asapnya kemana mana saja, atau bau kotoran akibat distribusi ayam ke pasar saja kita turun. Apalagi ini menyangkut masyarakat banyak," kata Effendi.

Ia mengatakan keluhan bau busuk berasal dari limbah PKS PT SIPP ini juga sudah pernah disampaikan warga secara langsung ke DLH beberapa bulan lalu. DLH juga sudah  turun melakukan verifikasi dan melakukan pengambilan sample. Hanya saja karena proses pengujian sampel butuh proses yang panjang disebabkan antrian, pihaknya perlu waktu menyampaikan hasil pengujian sampelnya

"Pengolahan air limbah memang mengeluarkan bau dan kita sudah lakukan verifikasi ambil data di lapangan. Ini kami tengah merumuskan, sedang memberikan sanksi yang sifatnya pembinaan. Bagaimana bau limbah ini bisa diminimalisir," kata Effendi lagi.

Terkait adanya keluhan baru masyarakat yang tinggal cukup jauh dari PKS, pihaknya berjanji akan turun kembali mengecek pengolahan limbah PKS itu. "Kalau seperti ini keluhan masyarakat, kita akan minta agar mereka memperbaiki pengolahan limbahnya. Minimal mereka harus laporkan per triwulan tentang pengolahan limbah yang menimbulkan bau ini," ujarnya lagi.

Kemudian mengenai izin yang dimiliki pabrik kelapa sawit PT SIPP ini, Effendi menjelaskan  bahwa mereka sudah mengantongi izin lingkungan. Hanya saja izin pengolahan limbah B3 dan pembuangan air limbah masih proses. "Izin pengolahahan limbah B3 belum. Izin pembuangan air limbah juga belum. Tapi mereka sudah ajukan permohonan ke perizinan," jelasnya. 

Saat ditanyakan apakah bau busuk PKS ada hubungannya dengan ketinggian cerobong asap pabrik. Effendi menjelaskan itu tak ada hubungannya. Bau busuk itu, kata Effendi, berasal dari pembiakan bakteri di kolam IPAL. "Dugaan kita, bau busuk ini karena mereka dalam proses pembiakan bakteri. Sesuai aturannya limbah pabrik harus diproses supaya bakal mutunya tidak melampaui ambang proses yang ditolerir," pungkas  Effendi.   zwin