Polres dan Polsek Pujud Berhasil Ungkap Tiga Kasus Pembunuhan

Dalam Pelarian, Tersangka Berpindah-pindah


riaupotenza.com
Sat Reskrim Polres Rohil, melakukan press realese terhadap tersangka pemerkosaan, pembunuhan dan penadah ranmor dari hasil pembunuhan, Senin (6/11).

UJUNGTANJUNG (RPZ) — Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Rohil menggelar pres release pengungkapan dua kasus penemuan mayat dan kasus pemerkosaan disertai pembunuhan.

Tiga kasus itu, yakni penemuan mayat diduga korban pembunuhan pada tanggal 27 Oktober 2018 di Kepenghuluan Kasang Bangsawan, Kecamatan Pujud dan di jalan lintas Riau-Sumut KM 39 Kepenghuluan Balai Jaya, Kecamatan Balai Jaya pada 30 Desember 2016 dan kasus pemerkosaan disertai pembunuhan pada 24 Oktober.

Dalam pres release yang digelar di Mapolres Rohil, Selasa (6/11), turut dihadirkan lima tersangka dari dua kasus tersebut. Lalu, ada juga Kasubag Humas Polres AKP Juliandi dan Kapolsek Pujud AKP Damhuri Siregar SH.

KBO Satreskrim Polres Rohil Iptu Amrul Abdullah SIk menjelaskan, untuk kasus penemuan mayat atas nama Dedi Syahputra di KM 39 telah ditangkap dua orang tersangka sebagai eksekutor, yaitu SA alias IP dan MS alias IY.

‘’Dalam pelariannya terhitung setelah melakukan pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan MS merantau ke Tanjung Ledong selama tiga bulan bekerja sebagai nelayan. Kemudian merantau ke Kampung Masjid, Sumut, selama satu tahun bekerja sebagai buruh tani memanen padi, dan ditangkap oleh Opsnal pada hari Minggu tanggal 21 Oktober 2018 di rumah orangtuanya di Desa Sei Lobah Dusun III Pemangunan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan, Sumut,” paparnya.

Sedangkan untuk penemuan mayat di Pujud, Satreskrim Polres dan Polsek Pujud mendapat laporan dari masyarakat 27 Oktober kemarin ada penemuan mayat atas nama Mariyani di kebun sawit milik Udin di Dusun Simpang Jengkol.

Dari hasil penyelidikan, Kamis (1/11) Opsnal melakukan penangkapan terhadap tersangka TPR alias T (32) di Rimbo Bujang, Jambi. ‘’Dari keterangan tersangka TPR, perbuatan pembunuhan itu dilakukannya 6 Oktober 2018 kemarin sekira jam 15:00 WIB,’’ kata Amrul.

Sementara itu, untuk kasus pemerkosaan disertai pembunuhan di Kepenghuluan Tanjung Medan Utara, terhadap seorang anak perempuan dibawah umur pada 24 Oktober, juga telah ditangkap tersangkanya, yaitu Hendri Amboi Limbong yang juga merupakan anak dari Manggara Tumpang Limbong selaku pemilik lahan tempat kejadian perkara.

‘’Atas keterangan saksi-saksi, pada 25 Oktober sekitar pukul 03.15 saudara Hendri ditangkap di rumahnya. Awalnya ia tidak mengakui perbuatannya, setelah ditemukan sehelai baju dalam rumahnya ada bekas jari anak, lalu pelaku mengaku  telah memotong perut korban setelah memperkosanya satu kali,’’ jelasnya.

Amru menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, ternyata Hendri juga mengakui melakukan pembunuhan terhadap mayat Mrs X di simpang Buntal Desa Tanjung Medan pada 15 Oktober 2018 kemarin.

Sementara itu, tersangka Hendri Amboi Limbong, saat diwawancara membenarkan tentang apa yang diungkapkan Polsek Pujud dan KBO Polres Rohil itu. ‘’Saya sengaja mengiris perut anak itu, dengan tujuan agar mayatnya cepat membusuk dan tidak diketahui orang,’’ ujar Hendri.

Namun, Hendri sangat menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. ‘’Saya sebetulnya sudah kepengin bekelurga, tapi belum dapat jodoh. Tapi sekarang sudah masuk penjara pula. Semoga saya mendapat ampunan dengan apa yang telah saya lakukan,’’ tutupnya. fen