Perseteruan Antara Wakil Bupati Meranti dengan Jefrizal Jef Semakin Panas, Sudah Ada Tersangkanya


riaupotenza.com
Jef saat aksi demontrasi karena mandeknya gaji guru honor.

SELATPANJANG (RPZ) - Gara-gara tuding Wakil Bupati Meranti Said Hasyim otak dari tindak pidana korupsi di status Facebook, Jefrizal Jef mengaku telah ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan ujaran kebencian. Tidak hanya diancam dengan hukuman penjara, akibat ulahnya, Jef yang juga sebagai Caleg dari DPC Hanura Kepulauan Meranti itu terancam didiskualifikasi dari Pileg 2019 mendatang. 

Ketika itu ia berkali-kali menuding Wakil Bupati Meranti Said Hasyim otak dari tindak pidana korupsi pembangunan Dermaga Sei. Tohor, Meranti yang rugikan negara hampir Rp1 milliar. "Iya benar bg. Berkas penetapan tersangka dari Polda telah diterima," ujar Jefrizal Jef, sore kemarin. 

Menurut Jef yang juga sebagai aktivis asal Meranti itu, upaya pendekatan dan langkah perdamain telah ia lakukan. Namun dijelaskan Jef, pelapor (Said Hasyim) bersikeras melanjutkan kasus tersebut dan ingin membuktikan jika dia tidak bersalah. "Kita sudah lakukan upaya pendekatan secara persuasif namun gagal. Dia (pelapor) merasa tidak bersalah, makanya dia mau lanjut," ujarnya. 

Kepalang basah, menyikapi hal tersebut ia mengaku siap melawan. Saat ini menurutnya tahapan berkas pembuktian atas keterlibatan lelapor terhadap sengketa Tipikor Sungai Tohor sedang dikumpul. Setelah melalui proses pemeriksaan sebanyak dua kali oleh Polda Riau, saat ini ia juga sedang menunggu penetapan hari persidangan. 

Langkah perlawanan itu juga akan dilakukan saat jalannya persidangan. Menurutnya ada sejumlah kelompok aktivis Riau akan menggelar aksi bela aktivis yakni pembelaan terhadap dirinya. "Iya akan ada juga aksi bela saya, dan aksi itu melibatkan kelompok atau sejumlah aktivis di Riau. Rencananya aksi itu dilaksanakan ketika proses persidangan berlangsung," ujarnya. 

Terhadap pencalonannya sebagai anggota legislatif  2019 ia mengaku tidak begitu berpengaruh selagi status hukum terhadap dirinya ingkrah. "Dalam aturannya-kan setelah status hukum ingkrah baru KPU bisa mendiskualifikasikan keberadaan saya sebagai Caleg 2019. Dan pihak Parpol sudah tau, namun tidak ada masalah hingga saat ini," ujarnya. 

Seperti diberitakan jauh sebelum ini, sengketa tudingan berawal atas tudingan Jef kepada Wakil Bupati ikut terlibat dalam skandal korupsi pembangunan Dermaga Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Proyek itu dikerjakan secara bertahap, tahap pertama 2014 dan tahap kedua 2015. Pada tahun 2014 dibangun dengan biaya Rp 500.000.000 dan pada tahun 2015 kembali dilanjutkan dengan biaya Rp3.500.000.000 melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti yang bersumber dari dana DAK. 

Walauoun demikian, pembangunan itu tetap mangkrak alias tidak selesai. Terhadap kasus itu, telah dinyatakan menimbulkan kerugian negara tidak kurang dari Rp800 Juta oleh penegak hukum. 

Dan statusnya telah menjerat empat orang terpidana, diantaranya Eks Kadis Perhubungan Meranti, Haready melekat PA, Kepala Bidang Laut di Dinas Perhubungan Fahrizal Yani yang juga sebagai KPA.  Selain itu ada dua orang pihak rekanan sebagai terdakwa yakni Yudin sebagai pemenang tender. Dan seorang lagi Basuki selaku pelaksana pekerjaan alias kepala sub kontraktor. rpz