Sudah Kesal, Warga Minta Pengerjaan Rigid Beton Dihentikan, Apa Penyebabnya


riaupotenza.com

DURI (RPZ) - Macet panjang hingga berjam-jam masih mewarnai perjalanan warga dari Duri menuju Pekanbaru dan sebaliknya. Hal itu diakibatkan pengerjaan jalan rigid beton  di Desa Sam-sam, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Kondisi macet tersebut sangat merugikan materi dan waktu bagi puluhan ribu masyarakat dan pengusaha yang menggunakan akses Jalan Lintas Sumatera tersebut setiap harinya.

Kondisi ini terjadi akibat tanpa perencanaan yang matang dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Karena pihaknya  tidak membentuk jalan alternatif terlebih dahulu sebelum proyek dimulai. Agar kerugian tidak bertambah lagi maka diminta pengerjaan  proyek ini harus dihentikan.

"Kita minta pengerjaan jalan dihentikan kalau hanya merugikan warga.Apalagi pengerjaan rigid beton yang berlangsung di Jalan Lintas Duri maupun Pinggir ini dinilai tak terlalu urgent atau mendesak. Karena saat ini pusat juga sedang membangun jalan tol Pekanbaru - Duri - Dumai. Banyak rekan-rekan pengusaha yang mengaku dirugikan dengan macetnya jalan," ujar Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kabupaten Bengkalis Marnalom SH MH, hari ini.
  
Harusnya, kata Marnalom, Kementrian PU sebagai pemberi kerja, sebelum melelang proyek atau pekerjaan jalan, sudah mempersiapkan jalan alternatif yang akan dilewati pengendara selama pekerjaan jalan dilakukan. Bila perlu berkordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan polisi lalu lintas setempat untuk mengatur lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Inikan tidak. Sekarang selalu terjadi kemacetan hingga ber jam jam dampaknnya sangat besar dan mergikan karena truk pengangkut CPO harus menghabiskan waktu berjam-jam sebelum sampai di Dumai.

Begitu juga dengan pengangkut sembako, BBM yang nyaris langka karena tidak tiba tepat waktu di sejumlah SPBU, angkutan ke Bandara, dan masih banyak sektor usaha lainnya yang mengeluhkan soal tidak profesionalnya kontraktor yang mengerjakan proyek nasional tersebut.

Bukan tidak ingin jalan poros di Duri ini bagus, pemerintah juga harus membuat rancangan yang matang sebelum proyek jalan dikerjakan. ''Kita senang dengan cepat tanggapnya pemerintah pusat melakukan perbaikan jalan di daerah. Apalagi saat ini juga ada proyek jalan tol yang sudah mau selesai. Tapi, pihak pemberi kerja harus paham dengan kondisi di daerah tersebut. Jangan sampai merugikan banyak pihak,Apalagi pengerjaan jalan lintas sudah dilakukan berulang ulang namun upaya mengatasi  macet belum bisa diatasi,'' ungkapnya. john