Majelis Hakim Tolak Saksi Terdakwa ITE


riaupotenza.com
Saksi yang dihadirkan terdakwa Toro dalam sidang di PN Pekanbaru.

PEKANBARU (RPZ) - Terdakwa ITE, Toro mengajukan dua saksi meringankannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (5/11/2018). Saksi tersebut Ismail Sarlata dan  Saudara Hondro.

Namun di awal sidang, seorang saksi atas nama Ismail Sarlata di tolak kesaksiannya oleh majelis hakim yang diketuai Yudisilen SH. Penolakan itu, karena diketahui kalau Ismail selalu hadir dalam persidangan dan bagi hakim tidak patut untuk di jadikan saksi. 

Hal ini membuat pengacara terdakwa Toro tetap dan terus meminta agar saksi diberi kesempatan untuk memberi keterangannya. Akan tetapi majelis hakim tetap pada pendiriannya untuk menolak saksi Ismail Sarlanta.

Sedangkan Hondro, dalam kesaksiannya mengaku sebagai ketua Ikatan Media Online (IMO) Provinsi Riau beberapa kali turut mendampingi terdakwa termasuk berjumpa dengan penyidik di sebuah tempat. Namun Hondro mengaku tidak punya kepentingan dalam mendampingi terdakwa, karena kasusnya sudah masuk ke ranah hukum. 

Hondro juga menyatakan jika dirinya tidak perlu mengetahui SOP jaksa meski ia heran mengapa kasus Toro sampai P21. ''Saya tidak perlu tahu SOP anda,'' jawabnya dengan nada tinggi setelah di tanya jaksa tentang keheranan dia soal P21 itu.

Tak hanya itu, hadirin sidang sempat tertawa geli saat hakim bertanya dengan nada menyindir kepada kuasa hukum terdakwa tentang kapasitas saksi apakah saksi ahli atau bukan. Hal ini dilakukan hakim karena bingung melihat kuasa hukum terdakwa bertanya seolah-olah Hondro seperti saksi ahli.

''Saudara penasehat hukum, apakah saudara saksi adalah ahli..?,'' tanya Hakim.

''O, Tidak yang mulia,'' jawab kuasa hukum terdakwa yang di sambut tawa hadirin.

Sementara sidang akan dilanjutkan lagi pada Senin depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi-saksi lainnya. rpz